Tips Dasar Membuat Infografik

Tips Dasar Membuat Infografik

Beberapa tahun belakangan, banyak perusahaan mulai memanfaatkan infografik dalam menyampaikan pesan-pesannya. Tahu kan apa itu infografik? Ya, informasi bergambar gitu deh. Tapi bukan cergam atau komik, lo.

Kalau kepingin lebih jelas soal infografik, langsung ke TKP, Sob, buat lihat contohnya. Ada infografik tentang Batman, daftar ide-ide fiksi yang akhirnya terwujud jadi kenyataan, dll. Jadi seperti itu wujudnya.

Ya, infografik itu memang semacam rangkuman dari data yang panjang dan kompleks. Lalu disederhanakan dalam bentuk visual. Tentu aja tampilannya jadi lebih menarik. Aku superyakin, akan lebih banyak orang akan bersedia baca infografik (yang lebih atraktif atau eye-catching), ketimbang baca buku atau laporan statistik dari BPS.

Sebab, pada dasarnya kita ini makhluk visual, Bro, Sist. Kita mudah memahami dan mengingat-ingat sesuatu kalau udah ada bentuk visualnya di otak. Di acara reuni ajalah, kita kan sering ingat wajah teman lama kita, meski lupa namanya. Betul apa betul? Gambar visual (berupa wajah teman lama) lebih mudah kamu ingat, daripada sederet kata (namanya).

Itulah kenapa infografik begitu efektif dan menjadi tren akhir-akhir ini. Di sini, kita bermain-main komunikasi secara visual! Memanfaatkan “perilaku” otak manusia yang sukanya visual-visual.

Mungkin kamu protes, “Komunikasi visual? Aku kan nggak bakat menggambar atau mendesain? Jadi aku nggak bisa dong bikin infografik!” Well, meskipun kamu bukan ilustrator atau desainer, kamu tetap bisa kok bikin infografik. Aku juga bukan desainer, lo. Tapi aku selalu bisa bikin infografik. Cukup jalankan langkah-langkah ini:

  1. Tentukan Tema. Apa yang hendak kamu sampaikan melalui infografik? Yang spesifik. Tapi pastikan bahasan tema itu nggak terlalu panjang, juga nggak terlalu pendek.
  2. Kumpulkan Data. Berfokuslah pada angka, data statistik, perbandingan dua hal, atau informasi kunci. Jangan lupa juga untuk menampilkan sumber-sumber data, karena itu akan membuat infografikmu tepercaya.
  3. Tulis Naskah. Infografik bukan narasi atau esai, melainkan rentetan informasi yang saklek dan to the point. Tulislah copy seringkas mungkin, tapi seinformatif mungkin.
  4. Buatlah Sketsa. Ini supaya sejak awal kebayang penampakan infografikmu. Biar langkah-langkah berikutnya lebih terfokus (ke rancangan dasar itu).
  5. Cari Gambar dan Templat. Seperti kita tahu, pembuatan infografik sebenarnya tugas desainer. Kalau kamu bukan desainer, berpikirlah sederhana: cari aja templat dan gambar gratisan (yang legal) di internet.
  6. Padukan Info dan Grafik. Pastikan informasi yang disampaikan mengalir, enak dibaca, dan bernas. Jangan biarkan ada banyak ruang kosong di antara elemen desain/copy. White spaces akan mengacaukan alur baca di infografikmu.
  7. Pastikan Nggak Ada Salah Eja. Udah teksnya sedikit, eh, masih ada juga salah eja. Malu-maluin, kan?
  8. Periksa Ulang. Cek dari awal, apa ada kemungkinan untuk menata infografikmu dengan lebih efisien dan cerdas? Mungkinkah memasukkan humor-humor (tentu aja yang relevan) sehingga infografiknya lebih menarik? Kalau kamu ada ide susulan, jangan malas untuk mengutak-atik lagi infografikmu. Bilamana perlu, perlihatkan infografikmu ke first readers dan mintalah komentar mereka.
  9. Selesai! Ubahlah file itu menjadi file .JPG yang ringan sebelum diunggah. Supaya kalau ada orang yang tertarik, dia bisa share dengan lebih mudah.

Mungkin ada yang tanya, apa software terbaik untuk membuat infografik? Terserah kamu, sih, biasa mengutak-atik gambar dengan apa? GIMP? Photoshop? Silakan. CorelDraw? Monggo.

Kalau aku, karena nggak terlalu jago desain, pakai LibreOffice Impress (kalau di Microsoft Office setara dengan PowerPoint). Modelnya bisa lanskap (horizontal) atau portret (vertikal), tergantung platform apa yang nanti kupakai buat mengunggah infografik ini. Bisa, kok, diatur-atur. Di Impress juga banyak, kok, elemen-elemen yang bisa kita mainkan: line, shape, font, color, shadow, clip art, dsb. Kalau kurang, toh kita bisa masukin gambar-gambar dari luar.

Untuk lebih jelasnya, silakan tonton video Warung Fiksi berikut ini….

One thought on “Tips Dasar Membuat Infografik

  1. Ping-balik: Kok, Blog Dianggap Musiman? | Warung Fiksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.