Inspirasi Teknologi dari Fiksi

The Fiction to Reality Timeline

Sejak awal, aku nggak sependapat kalau fiksi dianggap sebagai bentuk karya yang paling gampang ditulis. Tinggal punya daya khayal, pasti bisa jadi novel! Ah, penilaian yang sembrono. Sejak awal pula, aku nggak setuju dengan orang yang menulis fiksi tanpa riset, sementara yang ditulisnya adalah sesuatu yang tidak dikuasainya.

Kenapa? Kenapa aku nggak setuju?

Karena dengan begitu, fiksi akan menurun kualitasnya dan kehilangan daya tariknya sebagai inspirasi. Tahu nggak sih, seharusnya fiksi itu bisa menginspirasi calon fakta dan diinspirasi oleh fakta. Pada tingkatan tertentu, nggak jelas, siapa yang menginspirasi siapa. Bukti-bukti berikut ini adalah sebagian contohnya.

Transfer Tenaga Dalam

Dalam cerita silat, seperti komik-komik Tony Wong, seorang pendekar bisa menyembuhkan kawannya dengan mengalirkan prana. Nah, di realita, orang Kedokteran sudah lama menggunakan gelombang ultrasonik untuk penyembuhan semacam ini.

Lawrence Crum, seorang professor Universitas Washington, Amerika, telah sukses mengembangkan peralatan terapi ultrasonik sebesar laptop. Melalui radiasi ultrasonik berenergi rendah yang memancar dari alat itu, pendarahan yang sekecil apapun bisa dideteksi. Lalu alat itu mengeluarkan radiasi ultrasonik berenergi tinggi yang panas untuk menyembuhkan pendarahan mikro tersebut, sebelum segalanya bertambah parah.

Pengintai Tembus Dinding

Di dalam film-film, seseorang bisa memiliki daya tembus pandang dan melihat benda di balik dinding. Sekarang, para ilmuwan cukup menggunakan gelombang radio untuk mewujudkan khayalan masa lalu ini. Perusahaan konsultan teknologi di Cambridge, Inggris, menggunakan gelombang radio dan sinar X untuk menembus benda padat. Alatnya, Prism 200, hanya sebesar tas kantor, tapi bisa menembus tembok atau materi setebal 40 cm, termasuk mendeteksi segala gerakan dalam radius 15 meter.

Peneliti Universitas Munich Jerman bahkan menciptakan piranti yang bisa mendeteksi pernapasan, detak jantung dan gerakan halus seseorang, dari balik pintu. Menjadi seorang Superman pun bukan lagi monopoli orang-orang dari Planet Kripton.

Pemanjat Dinding

Ethan Hunt dalam Mission Impossible 4: Ghost Protocol mampu memanjat gedung pencakar langit hanya dengan sarung tangan. Guys, itu bukan isapan jempol! Para ilmuwan memang sudah berhasil membuat alat pelawan gravitasi. Mereka terinspirasi anatomi kaki cicak. Tokek dan cicak kan bisa merayap di dinding (bahkan di plafon) berkat dua juta batang rambut di setiap kakinya. Batang rambut ini menimbulkan gaya elektrostatik untuk membentuk daya rekat yang sangat kuat.

Adalah Andre Geim, seorang peneliti Universitas Manchaster Inggris, yang berhasil membuat materi tiruan bulu cicak ini. Rambut itu hanya seukuran 1 cm persegi, dan diletakkan di sarung tangan dan sepatu. Nicola Pugno, peneliti politeknik Universitas Turin Italia, juga telah membuat sepasang sarung tangan yang masing-masing mampu menahan bobot 10 kg. Ke depannya, pasti apa yang dikerjakan Ethan Hunt bukan lagi khayalan. Bahkan sekarang pun aku yakin alat itu memang ada. Dunia dinas rahasia (seperti dunianya Ethan Hunt) kan memang tertutup, jarang sekali berkoar-koar tentang inovasi barunya.

Selimut Penghilang Tubuh

Secara teori, kita bisa melihat suatu benda karena ia menghalangi lewatnya gelombang cahaya dari mata kita. Nah, kalau benda itu ditutupi selimut khusus yang mengandung refractive index negative, kita pun bisa membuat cahaya “menembus-nya”. Dengan begitu, benda tersebut secara kasat mata sudah lenyap. Sekitar satu dasawarsa lalu, Universitas Duke Amerika menyatakan bisa membuat material yang bisa membelokkan cahaya. Inilah cikal bakal bahan penghilang, atau lebih tepatnya: bahan yang bisa menyembunyikan benda.

Dari waktu ke waktu, para peneliti semakin sukses memperluas daerah yang bisa “dihilangkan”. Kalau teknologi ini semakin sempurna, adegan mobil transparan dalam James Bond: Die Another Day, jubah gaib di Harry Potter, atau mantel penyirna yang dipakai Frodo dan Samwise dalam The Lord of the Ring bukanlah sekadar fiktif.

Masih banyak inspirasi-inspirasi yang datang dari karya fiksi. Jules Verne adalah salah satu penulis futuris yang “ramalannya” sering tepat. Memang, bakal lebih merepotkan kalau kamu memutuskan menulis karya-karya semacam itu. Tapi, juga bakal lebih berkualitas dan menarik, bukan?

Nah, yuk kita berkarya dengan berbasiskan fakta, atau setidaknya dengan logika yang rapi. Supaya karya fiksi kita tampil meyakinkan dan memicu inovasi-inovasi di dunia riil.

Iklan

2 thoughts on “Inspirasi Teknologi dari Fiksi

  1. Ping-balik: Tips Dasar Membuat Infografik | Warung Fiksi ®

  2. Ping-balik: 5 Tips Menulis Cerita Berlatar Masa Depan | Warung Fiksi ®

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s