Sidik Nugroho: Endorsement Buku, Buat Apa?

Sidik Nugroho bicara Endorsement Buku

Sidik Nugroho (dokumen pribadi)

Suatu hari, aku membaca status Facebook dari salah satu guru penulisanku, Sidik Nugroho. Penulis fiksi-nonfiksi produktif yang juga guru sekolah ini membahas endorsement di buku. Dia dalam posisi kontra soal itu. Wah, menarik, nih! Ternyata, ada juga orang yang nggak silau oleh endorsement. Aku pun mengajukan wawancara untuk menggali sudut pandangnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Stan Lee, Bukti Komik Pun Bisa Bernilai Miliaran Dolar

Stan Lee (Stanley Martin Lieber)

[gambar dipinjam dari Parade.com]

Senin kemarin, kita dikejutkan oleh berita meninggalnya tokoh besar perkomikan internasional. Warisan utama Stanley Martin Lieber, atau beken disapa Stan Lee, untuk dunia adalah tokoh-tokoh buah dari daya khayalnya: Spiderman, Hulk, Ironman, X-Men, dan kawan-kawan. Aku bukan penggemar komik-komik superhero, tapi sedih juga nggak bisa lihat lagi bapak berwajah jenaka itu nongol sebagai kameo di film-film produksi Marvel. Baca lebih lanjut

Orang Takkan Beli Kalau Tak Penasaran

Orang Takkan Beli Kalau Tak Penasaran

Rasa penasaran udah lama menjadi faktor penting yang membuat orang mau membeli suatu produk. Begitu juga produk buku. Apa menariknya buku yang semua isinya bisa ditebak? Apa menariknya buku yang nggak bikin penasaran? Melempem, Bro, Sis! Jadi PR kita, kalau mau buku laku, adalah bikin orang penasaran. Baca lebih lanjut

Beginilah Gambaran Risiko Jadi Penulis, Siap?

Alkisah, seseorang ingin jadi penulis. Dia pun memulai dari media daring, seperti media sosial (Facebook, Twitter, Google+, Instagram, dll.), blog (WordPress, Blogspot, Tumblr, dll.), platform storytelling (WattPad, Storial, dll.). Sesekali, dia juga mencoba mengirim tulisan ke media cetak.

Beginilah Gambaran Risiko Jadi Penulis, Siap? Baca lebih lanjut

5 Tips Menulis Cerita Berlatar Masa Depan

En l'An 2000: rumah kelilingJean-Marc Côté dan beberapa seniman Prancis pada akhir abad 19 mencoba menggambarkan masa depan melalui 87 lukisan. Seri lukisan itu berjudul En l’An 2000 (Pada Tahun 2000). Problemnya, tahun 2000 udah lewat, dan ternyata hampir nggak satu pun gambaran suasana di lukisan itu yang benar-benar terwujud. Baca lebih lanjut