Tips Meracik Tokoh Antagonis dari Film Tilik

Tips Meracik Tokoh Antagonis dari Film Tilik

Udah pada nonton, kan, film pendek Tilik? Bagus, nggak, menurutmu? Kalau menurutku, sih, mantap! Meskipun awalnya, “Ah, apaan, sih, ini? Film gibah, ya?” Hehehe…. Anyway, udah menjadi tradisi buat aku, tiap kali baca atau nonton karya, kalau ada bagian yang bagus selalu kucatat.

Khusus untuk film Tilik ini, catatan paling menonjol adalah terkait bagaimana meramu tokoh antagonis yang penuh kesan.

Yap, dugaanmu benar. Tokoh antagonis yang kumaksud adalah Bu Tejo. Begitu terkenalnya dia, sampai sering dibicarakan di jagat maya, memenya betebaran di media sosial, bahkan viralnya juga menjamah media-media konvensional.

Kalau yang viral memenya Dian Sastro, misalnya pas booming AADC 2 dulu, aku nggak heran. Tapi ini pemerannya, Siti Fauziah, kurang kondang! Sekarang, dia diundang ke Kompas, TV One, dan lain-lain berkat film Tilik.

Gimana bisa?

Tanpa mengecilkan andil tim marketing Ravacana Films yang sudah pasti besar juga, tokoh yang dibawakannya, yakni Bu Tejo, kulihat memang sosok antagonis yang melekat di benak penonton. Berkesan dan sulit dilupakan!

Dari Bu Tejo, aku memetik pelajaran, bahwa untuk menciptakan tokoh jahat, ternyata nggak cukup dengan membuatnya jahat, sadis, kejam, atau kuat. Dia perlu juga diberi empat bumbu lainnya, yaitu:

  1. Gaya yang Khas. Tanpa ini, seorang tokoh antagonis hanya akan menjadi tokoh yang gampang dilupakan.
  2. Keuntungan Bawaan. Agar tokoh antagonis semakin gereget, dia perlu diberi keuntungan bawaan yang tokoh-tokoh lainnya nggak memilikinya.
  3. Sisi Positif. Ini untuk membuatnya lebih kelihatan kayak manusia, bukan iblis. Nggak ada manusia yang sepenuhnya iblis, begitu juga sepenuhnya malaikat. Kalau seorang penulis jaman now masih juga menciptakan tokoh hitam-putih, wah, di mana sisi menariknya?
  4. Misi atau Motif. Sama seperti tokoh protagonis, antagonis pun perlu diberi motif yang kuat. Jadi, jahatnya itu harus punya alasan.

Tips ini berlaku universal di semua genre karya fiksi.

Begitu aja sedikit catatan dari aku, setelah menonton film Tilik. Udah jelas? Kalau belum, biar aku menjelaskannya melalui video aja, ya. Capek nulis, nih! Langsung aja putar video di bawah ini, oke?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.