Beginilah Gambaran Risiko Jadi Penulis, Siap?

Alkisah, seseorang ingin jadi penulis. Dia pun memulai dari media daring, seperti media sosial (Facebook, Twitter, Google+, Instagram, dll.), blog (WordPress, Blogspot, Tumblr, dll.), platform storytelling (WattPad, Storial, dll.). Sesekali, dia juga mencoba mengirim tulisan ke media cetak.

Beginilah Gambaran Risiko Jadi Penulis, Siap? Baca lebih lanjut

Iklan

Tips Jualan Novel Non-Mainstream ala Ruwi Meita

Aku pernah mengikuti seminar penulisan yang salah satu pembicaranya seorang manager di Toko Buku Gramedia Surabaya. Yang bikin greget(an), ketika pembicara-pembicara lain sibuk menyemangati penulis, pembicara satu ini malah tega “menjatuhkan” mental penulis. Baca lebih lanjut

Dicari! Cara Elegan yang Efektif untuk Mempromosikan Buku

Mencari cara untuk menjual buku secara kreatif dan eleganTerus terang, yang paling kubenci dari menerbitkan buku baru adalah marketingnya. Tahu dong, penulis nggak boleh berpangku tangan menyerahkan pemasaran bukunya kepada penerbit. Kita harus ikut membantu mempromosikannya dengan berbagai cara supaya hasil penjualannya lebih maksimal. Terus, gimana kalau kita nggak ada bakat ke situ? Atau, bila kita kurang pintar soal marketing?

Itulah yang aku alami. Aku ini murni orang produksi. Bagi orang-orang seperti aku, memarketingkan buku itu mudah diucapkan, tapi sulit dilaksanakan. Ada masukan begini, “Ya tinggal contek aja metode penulis-penulis lain dalam memasarkan buku barunya. Lakukan persis seperti itu.” Baca lebih lanjut

Hanya Ada Satu Kata: Lakukan!

Ini cuma anjuran sederhana dariku. Mari kita stop bicara, stop menunda, dan mulai melakukan! Dalam hal ini: menulis. Aku sendiri punya beberapa tanggungan tulisan lantaran kemalasanku dalam “melakukan”. Salah satunya catatan perjalananku ke Jerman. Tertunda setahun tuh! Untungnya, sekarang hampir selesai jadi serial tulisan yang lumayan panjang. Fiuhh! Berhasil memotivasi diri sendiri itu sesuatu banget ya. Inilah yang kita sebut internal motivation. Baca lebih lanjut