Jangan Menggurui Pembaca, Dong…

Pembaca atau penonton itu orang cerdas, jangan menggurui merekaDalam mengarang, terkadang kita tergoda untuk menanamkan moral atau petuah-petuah tertentu. Tapi percayalah, kalau konteksnya fiksi, sebaiknya jangan lakukan itu dengan polosnya. Pilihlah jalan sedikit “memutar”. Memang agak sulit dan lama, tapi karyamu akan terlihat lebih manis. Biar jelas, kuberi contoh deh. Baca lebih lanjut

Fiksi Mini: Fanatisme copras capres

Fanatisme copras capres. Cerpen oleh Brahmanto Anindito.

Fanatisme copras capres

Pukul 11 malam. Ah, harusnya kutolak saja tantangan teman-temanku meneruskan permainan PlayStation tadi. Lihatlah akibatnya sekarang. Aku harus menyusuri jalan pulang yang sepi dan dingin ini. Sendirian. Menjengkelkan sekali. Rumahku masih 10 menit berjalan kaki dari sini. Baca lebih lanjut

Paragraf Pemicu Suasana Horor

Era horor barangkali udah berlalu, mungkin sejak zaman film-filmnya Suzanna atau horor-horor bercampur komedi-seks yang nggak pernah absen dari bioskop kita sejak 2005. Tapi, tidak ada salahnya juga kan menantang diri untuk menulis cerita horor. Siapa tahu malah ketagihan, hehehe…. Baca lebih lanjut

Cerpen: Dongeng buat Malam

Cerpen: Dongeng buat Malam

Cerpen: Dongeng buat Malam

Malam sedih. Bulan dan Bintang tidak mau menemaninya sampai pagi. Orang-orang juga tidak peduli. Malam merasa hidupnya sia-sia. Ia ingin mati saja. “Tuhan, ambil saja nyawaku. Biarkan hari terus siang, toh semua makhluk tidak menginginkanku,” pinta Malam pada Tuhan.

“Tidak,” tegas Tuhan. “Kau harus tetap hidup. Siapa bilang makhluk-makhluk cipaanKu tidak menginginkanmu? Mereka hanya terlalu sibuk dengan urusan mereka. Nanti pun mereka akan kembali menikmati kehadiranmu. Percayalah, Aku tidak pernah salah.” Baca lebih lanjut