SOP buat Pengisi Konten dari Kalangan Bukan Penulis

Aku pernah beberapa kali didaulat sebagai editor dadakan. Salah satunya di portal sepak bola besutan salah satu perusahaan raksasa di Indonesia. Tugasku memastikan tulisan-tulisan para pengisi konten itu layak tayang.

Karena portal-portal ini temanya spesifik, orang-orang yang mengisi berita dan artikelnya juga nggak bisa penulis umum dong. Mereka harus praktisi, atau minimal pengamat, supaya tulisannya punya jiwa.

Masalahnya, orang-orang ini bukan penulis. Kalau pun ada yang berprofesi sebagai jurnalis, itu jurnalis radio atau televisi yang berbudaya lisan, bukan tulisan. Isi tulisan mereka emang jeli dan pas, tapi secara ejaan dan pengaliran tulisan rada kacau.

Jadi, setiap artikel masih harus aku koreksi, edit dan kadang tulis ulang. Sehari ada 10-25 artikel. Kalau satu artikel setidaknya butuh diperiksa 10 menit, minimal 2-4 jam waktuku tersita. Iya kalau artikelnya datang sekaligus 25. Bisa digarap sekaligus. Ini? Datangnya silih berganti. Itu pun dalam periode yang acak!

Daripada terus keteteran, aku bikin aja catatan semacam SOP (Standard Operational Procedure). Kubagi-bagikan print out-nya ke mereka. Dan setelah para pengisi konten itu baca, paham dan menerapkannya, pelan-pelan aku bisa lepas tangan deh. Everybody’s happy. Berkat SOP.

By the way, gimana sih SOP itu?

Aku kutipkan sebagian dari butir-butir SOP itu ya. Siapa tahu, suatu saat kamu berada dalam posisi yang sama dengan aku, jadi udah nggak perlu bingung apa yang musti dilakukan. Buatlah SOP yang informatif buat mereka, Sob! Kayak gini nih:

  1. Tanda baca letaknya menempel dengan kata. Jadi, “(out)” bukan “( out )”. “Susunan pemain:” bukan “Susunan pemain :”, “Saya tidak percaya keputusan wasit!” bukan “Saya tidak percaya keputusan wasit !”.
  2. Kalimat dalam tanda petik untuk kalimat diawali dengan huruf besar, dan diakhiri dengan tanda baca. Contohnya seperti ini (perhatikan juga dimana letak titik) –> Mourinho mengatakan, “Di hari Minggu, saya mendapat tawaran kontrak yang menggiurkan.” Atau –> “Di hari Minggu, saya mendapat tawaran kontrak yang menggiurkan,” kata Mourinho.
  3. Untuk judul, gunakan huruf besar di awal kata, kecuali pada kata penghubung seperti “yang”, “dan”, “atau”, “bahwa”, “seperti”, dsb. Contoh: “Chelsea Tak Ingin Melepas Ivan”. Catatan: ada versi lain. Salah satunya diterapkan Harian The Jakarta Post yang menulis judul huruf kecil semua kecuali huruf pertama dalam kata pertama (contoh: “House urges BI to maintain stable rupiah”). Beberapa media luar memang menuliskan judul lempeng begitu. Tata bahasa Prancis bahkan menulis judul film dan novel seperti itu (“Le pacte des loups”, bukan “Le Pacte des Loups”). Mana yang kita pakai? Di Indonesia harusnya aturan yang pertama. Tapi sebenarnya terserah saja, asal konsisten.
  4. Judul tidak pernah diakhiri dengan titik. Kecuali tiga titik (…), tanda tanya (?), atau tanda seru (!). Kalau harus ada tanda seru atau tanya, gunakan satu saja sekalipun kita ingin memberikan penekanan. Jangan lebay menuliskan, “Lampard Cedera??” Atau, “Astaga, Ronaldo Tidak Kerasan Lagi?!”
  5. Baik untuk judul maupun isi, gunakan kalimat-kalimat pendek (tidak lebih dari 5-7 kata) demi kenyamanan otak dan mata pembaca.
  6. Selama ada padanan dalam bahasa Indonesia, pakai saja istilah bahasa Indonesia itu. Misalnya: “Foto” alih-alih “photo”, “kandang/tandang” alih-alih “home/away”, “gol” alih-alih “goal”, “stadion” alih-alih “stadium”.
  7. Nama orang, klub, kota, negara, stadion, sumber berita, dll. selalu diawali dengan huruf besar.
  8. Untuk penulisan angka yang terdiri dari satu digit (1, 0, atau 9), gunakan kata (satu, nol, atau sembilan). Sementara angka yang terdiri lebih dari satu digit (11, 39, atau 992), tetap gunakan angka. Catatan: Sekali lagi, ada perbedaan pendapat di sini. Tapi aku pilih yang ekonomis. Lebih hemat ruang jika kita menulis “230” daripada “dua ratus tiga puluh”. Otak manusia pun terbukti lebih cepat paham ketika melihat angka 230 dibanding rentetan kata “dua ratus tiga puluh”.
  9. “Di” atau “ke” dipisah bila ketemu dengan tempat. Contoh: Ke stadion, di antara dua tim degradasi, ke atas tibun, di timnas, dsb. Sementara, “di” digandeng bila ketemu kata kerja. Contoh: Ditendang, dimanfaatkan, dianjurkan, dsb.

Sebetulnya, masih ada 10 poin lagi di SOP ini. Tapi kalau dituliskan semua terlalu panjang dan berkesan pelajaran bahasa Indonesia banget. Nggak perlulah ya? Yang penting, kamu udah tahu apa yang harus dilakukan ketika kerjaanmu kelak berhadapan dengan para profesional dari kalangan non penulis yang, kebetulan, diharuskan menulis.

Memang nggak semua orang bisa dan mau menulis. Itulah kenapa SOP penting. Dan itu pula, kenapa kami membuka jasa penulisan profesional.

Iklan

2 thoughts on “SOP buat Pengisi Konten dari Kalangan Bukan Penulis

  1. mantap tipsnya nih mas.
    dulu saya pernah dapat pelatihan menulis mas, kalau untuk angka, yang terdiri lebih dari/sama dengan tiga suku kata harus pakai angka ya. Tapi kalau kurang dari itu harus dituliskan angka diikuti dengan ejaan, seperti 1 (satu).
    itu gimana mas? benar harus begitu tidak?

  2. Dari (sisi kepraktisan) yang kuanut, dua digit aja udah bisa ditulis dengan angka. Jangan heran, selalu aja ada perbedaan pendapat. Semua bergantung medianya. Misalnya nih, Kompas (dan grupnya) biasa nulis “Yogyakarta”, sementara Jawa Pos (dan grupnya) nulis “Jogjakarta”. Mana yang bener? Nah, sekarang tinggal lihat, kamu kerja di Jawa Pos atau Kompas? Hehehe…

    Itulah kenapa aku emoh jadi korektor/editor. Aku lebih tertantang memperdebatkan isi tulisan daripada berkutat di bahasanya. Jadi, kalau nggak mendasar banget, biasanya aku pasrahkan semua kebijakan ejaan ke editorku, tanpa perdebatan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s