Stan Lee, Bukti Komik Pun Bisa Bernilai Miliaran Dolar

Stan Lee (Stanley Martin Lieber)

[gambar dipinjam dari Parade.com]

Senin kemarin, kita dikejutkan oleh berita meninggalnya tokoh besar perkomikan internasional. Warisan utama Stanley Martin Lieber, atau beken disapa Stan Lee, untuk dunia adalah tokoh-tokoh buah dari daya khayalnya: Spiderman, Hulk, Ironman, X-Men, dan kawan-kawan. Aku bukan penggemar komik-komik superhero, tapi sedih juga nggak bisa lihat lagi bapak berwajah jenaka itu nongol sebagai kameo di film-film produksi Marvel.

Buat orang yang suka komik, Stan Lee jelas inspirasi. Karakter-karakter ciptaannya jadi standar insan perkomikan lokal dalam merancang tokoh komik, khususnya genre superhero.

Begitu juga buat praktisi bisnis, utamanya di bidang konten dan hiburan. Kakek kelahiran New York, 95 tahun silam ini udah membukakan mata kita semua, bahwa komik bukan hal yang bisa diremehkan sebagai sebuah bisnis.

Stan Lee udah mengantongi miliaran dolar Amerika saat ini. Belum lagi royalti yang didapatnya dari ekranisanisasi komik-komiknya ke berbagai film. Wih, dijamin, Stan Lee ini kakek yang tajir melintir!

Penghasilan Stan Lee

[gambar dipinjam dari Tempo.co]

Memang, sih, dalam praktiknya, Stan Lee nggak cuma mengandalkan profesi komikus untuk sandang-pangannya. Dia juga merangkap editor, penerbit, produser, dan aktor.

Sebagai komikus sendiri, Stan Lee mengawali kariernya pada 1941. Komiknya yang pertama bertajuk Captain America. Tapi jangan bayangkan Kapten Amerika udah sekeren yang diperankan Chris Evans, lo. Penampilan superhero itu masih cupu dan rada norak. Namanya juga karya pertama 😀

Yang jelas, sejak itu, Stan Lee terus menggeluti hobi mengomiknya.

Lalu, pada 1960, penyuka karya-karya Stephen King ini mendirikan semacam sanggar bernama Marvel Comics, dengan fokus memproduksi komik-komik anak. Dia bekerja sama dengan beberapa seniman, seperti Jack Kirby dan Steve Ditko. Dari “sanggar” itu, terbitlah Spiderman, Hulk, Doctor Strange, Fantastic Four, Iron Man, Daredevil, Thor, X-Men, dan lain-lain.

Stan Lee masuk dalam Will Eisner Award Hall of Fame pada 1994 dan Jack Kirby Hall of Fame pada 1995. Dia juga menerima National Medal of Arts pada 2008.

Rupanya, Stan Lee berhasil menjalankan slogannya sendiri: Excelsior! Yang berarti, “Terus ke atas dan menuju kemuliaan yang lebih besar!”

Itu, tuh, sikap mental yang patut ditiru. Apapun yang kita kerjakan, harus excelsior! Ya, kan, Bro, Sis?

Sebagai penutup, aku tinggalkan kata-kata inspiratif Stan Lee dari situs web Marvel.com ini:

I used to be embarrassed because I was just a comic book writer while other people were building bridges or going on to medical careers. And then I began to realize: entertainment is one of the most important things in people’s lives. Without it, they might go off the deep end. I feel that if you’re able to entertain, you’re doing a good thing.”

– Stan Lee (28 Desember 1922-12 November 2018)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s