5 Langkah Edit Naskah Sebelum Dikirim

Editing atau penyuntingan memang bukan tugas penulis. Tapi sangat dianjurkan untuk kita lakukan, terutama untuk menghindari penolakan dari institusi yang kamu tuju (penerbit/PH/media). Fungsi pertama, biar naskah kita semakin berkilau, biar kita nggak dianggap penulis pemula yang banyak salah ketik atau inkonsisten dalam penggunaan bahasa. Fungsi kedua, untuk meringankan beban first readers/proofreaders/editor. Kalau pekerjaan mereka ringan, tentu mereka menyukai naskah kita. Kalau mereka menyukai naskah kita, itu sudah separuh jalan menuju terciptanya karya yang berkualitas.

Jadi, apakah naskahmu sudah 100% rampung dan mau dikirim? Tahan dulu. Lakukan editing dulu. Berikut ini lima langkah:

(1) Alokasikan waktu untuk masa pengendapan
Cuekin naskahmu dan lakukan aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan naskah itu. Ini penting, supaya kamu lupa dengan alur, tokoh, bahkan mungkin konfliknya. Apa gunanya membaca ulang karyamu kalau kamu masih ingat persis detail ceritanya? Kamu nggak bakal bisa kritis terhadap keanehan, kesalahan atau inkonsistensi di situ. Itulah perlunya naskah diendapkan dulu. Mungkin dua minggu sampai dua bulan adalah waktu yang pas. Seandainya tidak diburu deadline, aku menyarankan kamu nggak menyentuh atau mengingat-ingat naskah itu selama dua bulan.

(2) Baca Ulang I
Temukan hal-hal yang membuatmu mengernyitkan dahi, “Lho, ini kok gini sih?” Temukan hal-hal yang membuatmu ketawa geli, “Hahaha, ceritanya kok aneh gini ya?” Temukan hal-hal yang membuatmu mendecitkan bibir, “Ah, ini lagi, salah eja! Dan, lah… yang ini kan tadi sudah dibahas, sekarang dibahas lagi!” Lalu perbaikilah. Kamu harus tega membabat, bahkan kalau itu sebagian besar naskah, jika memang nggak nyambung dengan alur utama. Kalau masih nggak tega, ingatlah bahwa hal-hal semacam itu adalah lemak. Bakar habis lemak-lemak itu, biar tubuhmu… eh, naskahmu tampil padat dan seksi. Astaga, masih nggak tega juga?! Oke, anggaplah hal-hal semacam itu adalah tumor. Masa tumor dipiara?

(3) Baca Ulang II
Baca dialog-dialog di naskahmu dengan suara keras. Dengan begitu, kamu bisa menilai dialog-dialogmu cukup natural atau masih kaku. Kalau perlu, mainkan bersahut-sahutan seperti dalang wayang kulit yang melisankan dialog dari banyak tokoh. Kalau belum terasa natural, perbaikilah.

(4) Serahkan Orang Lain
Setelah pembacaan ulang kedua, berikan naskahmu ke teman yang kompeten untuk mendapatkan feedback mereka. Biasanya, mereka punya pendapat yang nggak pernah terlintas di benakmu sebelumnya. Bila masukan dan kritik mereka kamu anggap logis, benahilah berdasarkan feedback mereka. Bila terasa nggak masuk akal, ya nggak usah diturutin. Tapi, penting banget untuk berpikiran terbuka di tahap ini. Jangan mempertahankan ego penulis.

(5) Baca Ulang III
Untuk terakhir kalinya, bacalah kembali naskahmu. Dan lakukan pembanahan bila dirasa perlu. Memang ribet sih. Tapi ini demi kebaikanmu dan naskahmu sendiri. Percayalah, kerja kerasmu akan terbayar lunas nanti.

Iklan

3 thoughts on “5 Langkah Edit Naskah Sebelum Dikirim

  1. Ping-balik: Rahasia Nulis Cepat (Buat Penulis Malas Kayak Aku) | Warung Fiksi ®

  2. Ping-balik: SOP buat Pengisi Konten dari Kalangan Bukan Penulis | Warung Fiksi ®

  3. Ping-balik: Pembicara Seminar Bingung Menerbitkan Buku | Warung Fiksi ®

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s