[Ide] Tokoh Superhero Kecoak (Tulis Sini Dulu, biar Nggak Lupa)

Contoh karakter kecoak

Contoh karakter kecoak. Gambar dipinjam dari spacecockroach.blogspot.com.

Batman udah ada. Catwoman udah ada. Spiderman udah ada. Antman juga ada. Kenapa Cockroachman belum ada, ya? Kalaupun ada, kok belum sekondang superhero binatang lainnya, ya? Padahal, nggak kalah keren lho potensinya. Lihat aja kecoak, kecoa, lipas, atau coro (Blatella sp.) di sekitarmu. Penampilannya gahar, bukan? Dengan tubuh cokelat tua mengilat, sorot matanya tajam, iiiih… cool awesome, deh! Baca lebih lanjut

Jangan Menggurui Pembaca, Dong…

Pembaca atau penonton itu orang cerdas, jangan menggurui merekaDalam mengarang, terkadang kita tergoda untuk menanamkan moral atau petuah-petuah tertentu. Tapi percayalah, kalau konteksnya fiksi, sebaiknya jangan lakukan itu dengan polosnya. Pilihlah jalan sedikit “memutar”. Memang agak sulit dan lama, tapi karyamu akan terlihat lebih manis. Biar jelas, kuberi contoh deh. Baca lebih lanjut

Kekuatan Konteks

Context is the king

Context is the king

Bayangkan, kamu menawari seorang teman yang kebetulan sedang berkunjung ke rumahmu untuk makan malam. Tapi si tamu bersikeras, “Udah makan kok.” Padahal kamu perhatikan tubuhnya lesu, mulutnya kering, napasnya bau asam lambung pertanda sudah kosong selama berjam-jam.

Penolakan verbal adalah teks. Sedangkan kondisi tubuhnya adalah konteks. Mana yang lebih kamu percayai? Kata-katanya atau tanda-tanda di tubuhnya? Teks atau konteks? Baca lebih lanjut

Rahasia Nulis Cepat (Buat Penulis Malas Kayak Aku)

Tahu, nggak, aku ini sebenarnya penulis yang lambat dan malas. Jangankan menulis, membaca aja lambat. Hebat kan? Tuh kan, udah lambat, bangga pula! Tapi profesi ghostwriter menuntut aku untuk selalu bisa nulis dengan cepat (kalau nggak gitu dapet duitnya lama, hehehe). Dan ternyata aku bisa tuh! Mau tahu rahasianya? Baca lebih lanjut