4 Cara Gampang Meriset Cerita (Studi Kasus: Novel Militer)

Meriset novel militer

Meriset novel militer

Sejak jadi wartawan, aku selalu diwanti-wanti atasanku, riset itu penting! Soalnya, aku pernah curhat ke beliau, “Bos, yang nulis piringan hitam jangan aku dong. Aku nggak ngerti apa-apa soal itu. Penikmat aja bukan.” Baca lebih lanjut

Iklan

Jangan Menggurui Pembaca Dong

Pembaca atau penonton itu orang cerdas, jangan menggurui merekaDalam mengarang, terkadang kita tergoda untuk menanamkan moral atau petuah-petuah tertentu. Tapi percayalah, kalau konteksnya fiksi, sebaiknya jangan lakukan itu dengan polosnya. Pilihlah jalan sedikit “memutar”. Memang agak sulit dan lama, tapi karyamu akan terlihat lebih manis. Biar jelas, kuberi contoh deh. Baca lebih lanjut

Kekuatan Konteks

Context is the king

Context is the king

Bayangkan, kamu menawari seorang teman yang kebetulan sedang berkunjung ke rumahmu untuk makan malam. Tapi si tamu bersikeras, “Udah makan kok.” Padahal kamu perhatikan tubuhnya lesu, mulutnya kering, napasnya bau asam lambung pertanda sudah kosong selama berjam-jam.

Penolakan verbal adalah teks. Sedangkan kondisi tubuhnya adalah konteks. Mana yang lebih kamu percayai? Kata-katanya atau tanda-tanda di tubuhnya? Teks atau konteks? Baca lebih lanjut

Fiksi Mini: Fanatisme copras capres

Fanatisme copras capres. Cerpen oleh Brahmanto Anindito.

Fanatisme copras capres

Pukul 11 malam. Ah, harusnya kutolak saja tantangan teman-temanku meneruskan permainan PlayStation tadi. Lihatlah akibatnya sekarang. Aku harus menyusuri jalan pulang yang sepi dan dingin ini. Sendirian. Menjengkelkan sekali. Rumahku masih 10 menit berjalan kaki dari sini. Baca lebih lanjut

Dewan Kesenian Mojokerto: Peran dan Fungsi

Sebuah pertemuan dihelat pada 7 Maret lalu. Event bertajuk “Peran dan Fungsi Dewan Kesenian Kota Mojokerto” itu membuat mata saya sedikit terang dalam melihat realitas seni di Kota Mojokerto. Izinkan saya di sini menyumbangkan beberapa pandangan seputar poin-poin yang sempat saya catat malam itu. Yah, kalau dirasa terlambat, anggaplah tulisan ini sebagai bacaan di waktu senggang saja. Baca lebih lanjut

Cerpen: Dongeng buat Malam

Cerpen: Dongeng buat Malam

Cerpen: Dongeng buat Malam

Malam sedih. Bulan dan Bintang tidak mau menemaninya sampai pagi. Orang-orang juga tidak peduli. Malam merasa hidupnya sia-sia. Ia ingin mati saja. “Tuhan, ambil saja nyawaku. Biarkan hari terus siang, toh semua makhluk tidak menginginkanku,” pinta Malam pada Tuhan.

“Tidak,” tegas Tuhan. “Kau harus tetap hidup. Siapa bilang makhluk-makhluk cipaanKu tidak menginginkanmu? Mereka hanya terlalu sibuk dengan urusan mereka. Nanti pun mereka akan kembali menikmati kehadiranmu. Percayalah, Aku tidak pernah salah.” Baca lebih lanjut