Jangan Menggurui Pembaca Dong

Pembaca atau penonton itu orang cerdas, jangan menggurui merekaDalam mengarang, terkadang kita tergoda untuk menanamkan moral atau petuah-petuah tertentu. Tapi percayalah, kalau konteksnya fiksi, sebaiknya jangan lakukan itu dengan polosnya. Pilihlah jalan sedikit “memutar”. Memang agak sulit dan lama, tapi karyamu akan terlihat lebih manis. Biar jelas, kuberi contoh deh. Baca lebih lanjut

Mengirim Naskah yang Sama ke Beberapa Media Sekaligus

Pertanyaan yang cukup sering aku terima, “Boleh nggak sih kirim naskah yang sama ke beberapa media dalam waktu bersamaan?” Menunggu kabar diterima atau ditolak itu emang lama dan menjengkelkan. Media A minta waktu dua minggu (padahal dalam seminggu saja topik yang kamu tulis udah basi). Media B suka telat berbulan-bulan kasih kabar dimuat atau nggaknya. Males kan… Baca lebih lanjut

Langkah Sederhana Menjadi Penulis Produktif

Sering kita kagum akan seorang penulis, bagaimana dia bisa aktif menelurkan naskah dan bagus-bagus. Pasti ada rahasia di balik keberhasilannya. Aku tanya ke beberapa penulis seperti itu, dan berusaha merangkumkan jawaban-jawaban mereka menjadi tujuh poin penulis produktif:

  1. Kondisi fisik-mental top. Jangan harap bisa produktif kalau menulis pas capek, lapar atau sedih karena ditinggal mati kucing kesayangan. Baca lebih lanjut

Awas, Jangan Asal dalam Menulis Adegan Pembuka

Setiap cerita pasti punya adegan pembuka. Nggak kayak di konser musik dimana band pembuka bisa dikesampingkan, adegan pembuka dalam novel atau film merupakan gerbang yang menentukan audiensmu bakal meneruskan atau berhenti menikmati karyamu. Jadi, ini sangat serius. Pastikan kamu sudah mendesain pintu gerbang itu sekeren dan semenarik mungkin! Baca lebih lanjut

5 Langkah Edit Naskah Sebelum Dikirim

Editing atau penyuntingan memang bukan tugas penulis. Tapi sangat dianjurkan untuk kita lakukan, terutama untuk menghindari penolakan dari institusi yang kamu tuju (penerbit/PH/media). Fungsi pertama, biar naskah kita semakin berkilau, biar kita nggak dianggap penulis pemula yang banyak salah ketik atau inkonsisten dalam penggunaan bahasa. Fungsi kedua, untuk meringankan beban first readers/proofreaders/editor. Kalau pekerjaan mereka ringan, tentu mereka menyukai naskah kita. Kalau mereka menyukai naskah kita, itu sudah separuh jalan menuju terciptanya karya yang berkualitas. Baca lebih lanjut

Yang Perlu Kamu Tahu soal Alur

Nggak usah berpikir rumit. Anggap saja alur alias plot itu benang waktu, mirip timeline (linimasa) Facebook. Di sana, kamu mungkin pernah pasang status galau, sedih, senang. Naik-turun grafik psikologinya. Ya seperti itulah alur. Karena alur terdiri dari serangkaian peristiwa yang berurutan, berkaitan dengan tokoh-tokoh lain, dalam perumpamaan ini teman-teman Facebook-mu. Baca lebih lanjut

Apa Bisa Seseorang Menulis di Luar Sifatnya?

Kenapa tidak? Tahu Adithya Mulya penulis Jomblo? Kata orang (aku sih nggak tahu sendiri), dia orangnya serius banget. Terus gimana dia bisa menulis novel-novel yang konyol gitu? Ya karena dia mempelajari trik-trik membuat novel komedi.

Aku adalah sekadar contoh. Aku ini penulis thriller atau misteri. Tapi beberapa orang yang mewawancarai nggak jarang mengutarakan keterkejutannya, “Tadinya saya menyangka mewawancarai penulis thriller takkan penuh canda tawa begini. Bayangan saya, penulis thriller pasti serius, misterius.” Baca lebih lanjut