Ini Dia 4 Nasihat Seth Godin untuk Penulis Buku

Ini Dia 4 Nasihat Seth Godin untuk Penulis

Seorang penulis bestseller internasional, Seth Godin, memberikan nasihat berharganya. Silakan kunjungi artikel ini dan ini untuk membaca versi aslinya. Ada puluhan saran dari pakar marketing ini di sana. Di sini, kuambil empat aja yang paling sukses membuatku ternganga.

Jadi, kamu mau jualan buku atau brand sebagai penulis? Seth Godin menyarankan…

(1) Turunkan Ekspektasimu

Seth Godin mengatakan, “Para penulis yang paling berbahagia adalah orang-orang yang tidak berharap banyak.” Ini masuk akal banget, menurutku. Terutama di zaman ini.

Mungkin, maksud persis dari Mr. Godin bukan begini. Tapi perhatikan ajalah. Kita hidup di masa kejayaan YouTube, gim ponsel, dan aplikasi interaktif. Bersaing dengan sesama penulis buku kertas untuk sekadar dapat tempat di rak toko buku aja sudah begitu beratnya, sekarang datang pesaing-pesaing hi-tech yang lebih seksi? Dan kamu masih berharap bukumu menjadi primadona?

Kamu penulis pemula atau penulis kurang laku (bukan bermaksud menghina karena aku sendiri termasuk golongan ini) tapi masih berharap kaya dari menerbitkan cuma 5-6 buku? Atau berkhayal satu bukumu yang (akan) terbit bisa membuatnya makmur? Sehat, Bosque?

Menulis itu keren. Punya buku itu prestasi. Tapi, soal kemakmuran dan kemasyhuran dari menulis buku (di Indonesia), turunkan ekspektasimu serendah-rendahnya. Supaya kamu nggak kecewa di kemudian hari.

(2) Waktu Terbaik untuk Promosi adalah Tiga Tahun Sebelum Terbit

Tiga tahun adalah waktu buat membangun reputasi, kredibilitas, authority, pengikut blog atau medsos, koneksi dengan pihak-pihak yang mungkin nanti kamu butuhkan, dan jalur marketing calon bukumu.

Kita harus membangun semua infrastruktur itu sejak awal, bahkan sejak buku belum ditulis. Buatlah akun medsosmu dipenuhi oleh pengikut yang sekiranya mau dan mampu membeli bukumu.

Nggak harus bikin akun medsos untuk setiap judul buku, tapi setidaknya, akun-akunmu yang sudah ada harus dikondisikan untuk melakukan promosi. Ibaratnya, mulailah memanaskan mesin-mesin jualanmu.

Coba lihat fanpage Dan Brown. Ada enam jutaan pengikut di sana. Sewaktu-waktu si Brown bisa bilang, “Gue punya buku baru, Cuy! Siapa mau PO? Bayar dulu, ya, di rekening ini!” Kalau 1 persen saja dari pengikut Facebooknya mau take action, berarti sudah ada 60 ribuan pembeli! Mega bestseller banget, kan! Padahal bukunya aja belum dicetak. Dan itu baru Facebook, belum medsos-medsosnya yang lain.

Itulah dahsyatnya kalau jalur marketing dan promosi diseriusi dulu. Jadi, infrastruktur garap dulu, Boy. Infrastruktur!

Meski mungkin nggak bisa selaris Dan Brown, tetap usahakan bangun infrastrukturmu. Neil Patel, dan beberapa pakar marketing lainnya, mengingatkan pentingnya Aturan 20:80. Dua puluh persen usaha untuk produksi, dan 80 persen untuk promosi. Bukan sebaliknya!

Kenapa?

Jangan terlalu fokus ke produksi, Mas Bro, Mbak Sis. Percayalah, menulis dan menghasilkan karya itu gampang. Kalau ada yang bilang menulis buku itu sulit, emang bener sih. Tapi tunggulah sampai tiba saatnya menjualnya. Jauh lebih sulit, Boooos…!

Yang dimaksud dengan “menjual” bukan asal jualan. Kalau sekadar menawari teman atau posting di medsos secara bertubi-tubi, asal tahan malu, anak SMP juga bisa!

Di sinilah bedanya pebisnis dan pedagang. Pebisnis bicara dan berpikir segmentasi. Pedagang kayak orang ngider jualan bakso, dia akan teriak-teriak di depan siapapun. Nggak peduli di depannya seorang vegetarian, tetap aja ditawari, “BAKSOOOO, MAS? BAKSOOOO….!!”

(3) Jangan Menjual Buku ke Semua Orang

Nasihat Seth Godin yang ini mirip dengan saran Jack Ma: Jangan jualan ke teman atau keluargamu. Lebih baik cari kelompok pembaca yang benar-benar peduli kepadamu dan karya-karyamu.

“Sebanyak 58% dari penduduk Amerika Serikat nggak pernah baca buku selepas SMA,” beber Seth Godin. Wow! Amerika aja gitu, gimana Indonesia? Sudah begitu, di mata mereka yang masih mau beli buku, bukumu itu kayak jarum di tumpukan jerami.

Jadi, lebih baik temukan sekelompok kecil pembaca yang suka dengan genre bukumu, bahkan mereka yang nggak bisa hidup tanpa bukumu.

(4) Metode Promosi Buku yang Efektif

Menurut Seth Godin, promosi yang efektif tapi nggak mahal adalah penandatanganan buku di toko buku. Juga berbicara ke komunitas-komunitas sastra atau klub buku lewat telepon (baca juga: Jualan Novel Nonmainstream ala Ruwi Meita). Seth menyarankan, lakukan ini 200 kali dalam setahun, hasilnya akan terlihat signifikan.

Patut dicoba juga untuk jualan ke organisasi atau perusahaan (yang relevan), alih-alih ke orang per orang.


Itulah empat nasihat dari Seth Godin kepada para penulis buku. Kupikir, berguna sekali buat penulis-penulis pemula. Tetap semangat!

Ingat, tulisan ini hanya ingin meluruskan pemahaman kita akan jualan buku, bukan malah mematahkan semangat. Kalau memang duniamu di sini, maka teruslah menghasilkan buku-buku. Karena berkarya tulis itu keren, intelek, dan bisa mendongkrak kredibilitas serta kreativitas kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.