Mengenal Genre Thriller

Kemarin lusa, ada mahasiswa Videografi dari salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Surabaya menyapa. Dia tanya-tanya soal thriller. Apa itu thriller, apa unsur-unsurnya, dsb. Aku udah jawab via email apa yang aku tahu. Tapi tiba-tiba aku mikir, kenapa nggak sekalian posting di sini! Jadi, buat yang belum ngeh tentang thriller semoga bisa lebih paham….

Gampangnya, thriller atau suspense itu sesuatu yang menegangkan dan seru. Berarti, karya thriller adalah karya yang ceritanya didominasi oleh adegan-adegan yang mendebarkan.

Posisi thriller sendiri bisa sebagai elemen (bumbu) aja atau sebagai genre (jenis sebuah karya).

Sebagai elemen, fungsinya sama kayak elemen komedi, drama, aksi, dll. Contohnya, dalam novel horor pun bisa jadi ada bumbu humornya yang bikin kita terbahak-bahak. Tapi kita tetap mengatakan itu horor, bukan komedi. Karena porsi horornya jauh lebih gede dari komedinya.

Itulah yang disebut genre. Thriller pun dapat menjadi genre tersendiri bila dalam sebuah cerita kehadirannya dominan. Emang, penentuan genre tidak pernah kaku atau definitif. Tapi, setidaknya ada unsur-unsur untuk menentukan apakah sebuah karya disebut thriller atau bukan:

  • Biasanya protagonisnya berpacu dengan waktu, alurnya penuh aksi menantang dan antisipasi. Sering diwarnai dengan adegan aksi (kejar-kejaran), perkelahian, baku tembak, adu taktik, dll. yang semua itu merupakan konsekwensi dari keterbatasan waktu tokoh-tokohnya.
  • Protagonis biasanya orang biasa, tapi yang berpotensi menjadi luar biasa. Sementara antagonis (villain) adalah orang kuat yang berkuasa dan punya rencana yang membahayakan orang banyak.
  • Cerita bergulir sebelum kejahatan/bencana besar terjadi. Menurut Alfred Hitchcock, “Thriller is the state of waiting for something to happen.”
  • Tugas utama si protagonis adalah mencegah kejahatan/bencana itu terjadi. Dari usaha itulah terbangun kondisi thrill. Karena, selalu ada konsekwensi nggak enak atau menyakitkan (bagi audiens) kalau protagonis gagal dalam misinya.
  • Nggak kayak genre misteri, thriller loyal mengungkap sendiri teka-tekinya. Karena unsur terpenting di sini bukan misterinya, melainkan apa konsekuensi dari misteri-misteri itu. Audiens tahu kalau sang protagonis lagi dalam bahaya. Audiens tahu konsekuensi bila kejahatan/bencana besar gagal dicegah. Audiens tahu ini-itu, justru supaya makin tercekam.

Tapi, poin-poin di atas bukan checklist, lho. Jadi, tidak harus semua terpenuhi.

Dan perlu juga diketahui, kalau genre nggak harus tunggal. Ada subgenre (misalnya thriller militer, thriller korporasi, dsb) dan hibrid (misalnya thriller-misteri, thriller-romance, dsb.).

Naaaah… udah jelas, kan, sekarang apa itu thriller?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s