Tokoh Anak di Kartun yang Mendunia, Kok Nggak Berayah-Ibu?

Bener, lho. Ini aneh bin ajaib! Perhatikan tokoh-tokoh anak yang sangat populer di jagat perfiksian dunia. Sebagian besar mereka “nggak ada” orangtuanya. Nggak tahu udah meninggal, minggat, atau ada tapi diabaikan, yang jelas, tokoh anak itu nggak merasa kehilangan dan nggak berinisiatif mencari ortunya.

Silsilah Keluarga Bebek

Lihat aja kartun Masha & The Bear dari Rusia. Hayo, siapa orangtua Masha? Pernahkah muncul? Rasanya, nggak. Meskipun Masha punya rumah sendiri, yang artinya, orangtuanya ada. Tapi sehari-hari, fungsi parenting buat Masha justru diambil oleh si beruang.

Donald Bebek, produk Disney, Amerika adalah contoh lainnya. Coba kasih tahu aku, ortu Kwak, Kwik, dan Kwek (Huey, Dewey, dan Louie) itu siapa? Nama ibunya sih Della Thelma Duck, saudara kandung Donald Duck. Tapi, siapa dia? Siapa suaminya? Kenapa setelah menitipkan Kwik, Kwek, dan Kwak ke Donal, dia nggak pernah nongol lagi? Terus, kok Kwik, Kwek, dan Kwak nggak pernah mencarinya?

Hanya ada “Paman Donal” dan “Paman Gober” dalam kehidupan Kwik, Kwek, dan Kwak. Anehnya, mereka memanggil Gober (Scrooge McDuck) dengan sebutan paman, padahal Paman Donal juga memanggil Gober paman. Pamannya paman kan harusnya kakek? Toh kepada Dora (Elvira Coot), tiga bebek cilik itu memanggil Nenek Bebek. Membingungkan, ya?

Di ranah Asia, ada Upin & Ipin dari Malaysia. Dua kembar plontos itu, plus Kak Ros, mana orangtua mereka? Mungkin mereka pernah muncul di Season 5 saat Upin dan Ipin berulang tahun. Tapi, wajah mereka nggak diperlihatkan.

Pada penghujung episode Kesayanganku Upin dan Ipin (Season 8), hanya ada penjelasan sekilas dari Opah, bahwa almarhum ayah mereka (lho kok udah meninggal? Kok nggak ada episode Upin, Ipin dan Kak Ros berduka?) adalah seorang tentara (askar). Dan kalau nggak salah, bokapnya itu bernama Abdul Salam. Soalnya di episode P. Ramlee, Ipin bercanda dengan Mail dan Fizi, “Nama saya Ipin bin Abdul Salam.”

Emang sih, ada pula beberapa tokoh kartun dunia yang lengkap keluarganya. Nobita dalam animasi Doraemon, misalnya. Eh, tapi, aku pikir tokoh utama Doraemon ya Doraemon itu sendiri. Kwak, Kwik, dan Kwek masih bisa berpetualang tanpa Donal. Nobita berpetualang tanpa Doraemon? Ah, mana mungkin! Nah, Doraemon, meskipun rasanya bukan tokoh anak, juga nggak diceritakan punya orangtua, kan? Hehehe… itu robot, tahu! -_-

Gimana dengan Adit & Sopo Jarwo? Bukankah ayah-ibu tokoh Adit jelas di sana? Ya, tapi, Adit & Sopo Jarwo nggak masuk dalam bahasan ini. Soalnya, film serinya belum mendunia. Diakui atau nggak, gebrakan Adit & Sopo Jarwo belum semasif Upin & Ipin.

Aku nggak melakukan penelitian spesifik tentang tokoh anak tak berayah dan beribu ini. Bisa jadi dugaanku dalam tulisan ini keliru.

Tapi, aku selalu bertanya-tanya, “Ada apa dengan tokoh orangtua? Apa kehadiran mereka dianggap menghambat kelucuan cerita, bikin nggak asyik, atau mungkin para penulisnya enggan direpotkan dengan mikir tokoh anak yang bersilsilah lengkap?”

Tebakan yang terakhir itu rasanya nggak mungkin, deh. Pasti si penulis bisa memasukkan kisah tentang orangtua ke dalam cerita. Kalau nggak bisa, mending bayar penulis betulan atau pensiun aja jadi penulis, deh. Hehehe….

Maka dugaan terbaikku, karakter orangtua ini sengaja “dilenyapkan”. Pertama, supaya pembaca/penonton lebih fokus pada keunikan karakternya. Supaya si tokoh bebas berpetualang. Soalnya kalau ada tokoh ortu, pasti gerak-geriknya lebih terbatasi.

Kedua, ada faktor ewuh pakewuh bila mau menceritakan latar belakang sedetail itu. Karena kreator awal tokoh tersebut mungkin emang nggak (sempat) merancang latar belakang tokohnya sejauh itu. Lalu, penulis-penulis berikutnya atau tim kreatifnya sungkan bila harus lancang berimprovisasi menciptakan cerita baru dengan berkaitan “silsilah” si tokoh.

Menurutku sih seperti itu. Ada sanggahan? Atau, ada yang bisa kasih penjelasan lain?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s