Kemaruk Ikut Lomba Nulis

Selektiflah mengikuti lomba menulis

Ada banyak lomba menulis betebaran di internet. Apa perlu kita ikuti semua agar kemungkinan menang kita besar? Kalau pertanyaan itu buatku, jelas jawabnya: nggak perlu! Seberapapun aktifnya kita, kemungkinan menang kita tetap, kok. Lombanya sendiri kan beda-beda. Kecuali kalau kita ikut satu lomba dengan mengirimkan banyak karya, itu baru kemungkinan menangnya lebih besar.

Apalagi kalau penentuan pemenangnya dengan cara diundi. Tapi jarang banget kan lomba nulis pake sistem undian gitu? Jadi, woles aja, Bro, Sist.

Ide kita terbatas. Tenaga kita terbatas. Waktu kita juga terbatas. Jadi, kita musti pandai-pandai memilih mana lomba yang harus diikuti dan mana yang kita biarkan lewat. Seleksilah!

Bagaimana caranya? Ya tinggal lihat hadiahnya. Tertarik, nggak? Kalau nggak, ngapain ikut?

Kedua, seleksilah sebuah lomba berdasarkan persyaratannya. Hindari lomba yang kebanyakan syarat. Karena, belum-belum, Anda sudah rugi dan panitianya untung.

Misalnya, syarat lomba itu harus like, follow, sebarkan ke 5 teman (busyet, belum-belum, disuruh jadi spammer), kirim softcopy + hardcopy 3 eksemplar (udah ada softcopy ngapain ngirim pos, bikin rugi bandar), beli buku ini karena kupon lomba ada di situ (ini mah akal-akalan buat mendongkrak penjualan buku tertentu aja), dsb.

Kalau kamu kalah, bahkan ekstremnya, kalau pun lomba itu nggak ada pemenangnya, mereka tetep untung karena udah dapet like, follow, dan engagement di media sosialnya. Nyumbang like dan follow itu emang enteng dan nggak merugikan kita. Tapi pertanyaannya, untuk mengejar hadiah apa? Rutin nggak mereka ngadain lomba? Kalau rutin sih nggak pa-pa. Mereka pantas dapat apresiasi.

Terus, hindari lomba ecek-ecek. Karena takkan mengangkat derajatmu, selain juga hadiahnya nggak patut diperjuangkan. Hargai dirimu. Ikut lomba menulis kecil-kecilan (dan hadiahnya kecil) itu pesaingnya pasti kebanyakan para pemula. Menang nggak bangga, kalah jelas malu.

Ikut itu lomba menulis yang hadiahnya gede saja. Selain biar nggak rugi waktu dan pikiran, juga supaya kalau kalah bisa alasan, “Wajar aja, wong pesaingnya kelas kakap semua.” Hehehe, bercanda, Bro. Alasan sebenarnya kita perlu ikut lomba yang besar itu agar kemampuan kita bisa meningkat. Jadi, kita bisa terbiasa berkompetisi dengan kelas di atas kita.

Jangan lupa, pastikan juga kamu nggak ikut lomba nulis abal-abal juga.

Mulai sekarang, selektiflah mengikuti lomba penulisan. Itu menurutku, sih. Kamu mungkin punya pendapat lain?

Iklan

3 thoughts on “Kemaruk Ikut Lomba Nulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s