Skenario komedi: Ayah dan anaknya yang bandel

Ada beberapa masukan dari pembaca. Kenapa Warung Fiksi hanya kasih tips penulisan? Kenapa nggak sekalian kasih contoh? Yah, itung-itung supaya pembaca yang lagi belajar nulis bisa langsung ngeh dengan maksudnya. Jawabanku… okelah! Kenapa nggak? Kita mulai sekarang aja ya?

Untuk penampakan perdana ini, aku kasih contoh naskah film komedi. Jangan lihat kontennya. Pelajari aja teknik menyampaikan drama komedinya. Lihat juga betapa gampang dan sederhananya menulis skenario itu sebenarnya….

CAST

Ayah: pria 50 tahun.
Anak: pria 11 tahun, wajah bandel.

SKRIP

EXT. Teras Rumah
Seorang bapak sedang bersantai di kursi rotan. Dia kipas-kipas menahan panas siang itu. Di dekatnya, si anak bungsu yang paling nakal lagi main komputer tablet.

AYAH
Nak, tolong Ayah belikan minuman yang nyess di Indomaret dong.

ANAK
(Sambil meneruskan utak-atik tabletnya) Oke, Pak. Yang Coca-Cola atau Sprite?

AYAH
Coca-Cola saja.

ANAK
Kaleng atau botol?

AYAH
Botol.

ANAK
Botolnya yang gede atau kecil?

AYAH
(Mulai jengkel) Ehhhh! Bawel banget sih! Udah, belikan air dingin saja!

ANAK
(Masih tidak menoleh ayahnya sedikit pun) Aqua, Ades, apa Amsil?

AYAH
(Mengambil napas panjang) AQUA!!!

ANAK
Aqua botol? Aqua galon?

AYAH
Sapu! Mana sapu? Minta dihajar sapu nih anak!

ANAK
Ng… sapunya sapu biasa atau sapu lidi, Pak?

AYAH
OALAH! (Mengambil sandal dan melemparnya ke si anak, wajahnya sudah merah menahan dongkol). KAMBING LU!!!

ANAK
(Menghindari lemparan sandal, geser tempat duduk, tapi terus main tablet) Kambingnya gibas apa kambing garut?

AYAH
Woooo, SETAAAAN!

ANAK
(Kali ini si anak menoleh dan menatap ayahnya dengan wajah sedih) Anak sendiri kok dikata-katai setan…

AYAH
(Nada suaranya merendah) Lha kelakuanmu memang kayak setan gini kok!

ANAK
Tapi…. setannya pocongan atau gendruwo? (Lalu kembali mainan tablet)

AYAH
TERSERAAAAAAAH…! Minggat sono!”

ANAK
Minggatnya sekarang apa besok?

AYAH
(Menelan ludah, mencoba mengatur napasnya) Gimana kalau anak ini dibunuh aja? Bapak masih punya dua anak lagi. Gak masalah mati satu.

ANAK
Terus, bunuhnya pakai pisau atau pistol?

AYAH
PISTOL! LANGSUNG TEMBAK… JEDOR!! (sambil berdiri dari duduknya)

ANAK
Kepalanya atau perutnya?

AYAH
(Terdiam. Lalu memegangi dada kirinya. Jantungnya kumat.)

CUT TO END TITLE

Sekadar apdet, tanggal 25 Oktober 2015, aku ditelepon seseorang dari Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Mas Muchsin ini minta izin mau memfilmkan skenario di atas. Karena tujuannya untuk belajar, filmnya nonkomersial, dan berjanji akan menuliskan sumbernya, ya kami oke-oke saja. Nggak perlu waktu lama, besoknya, Mas Muchsin udah meng-SMS link film karya timnya. Ini nih hasilnya:

Kreatif, kan? Naaah, kamu sendiri gimana? Mana karyamu?

Terbukti, teknik penulisan skenario itu sebenarnya simpel. Makanya, ayo coba tulis! Oh ya, kalau kamu butuh jasa profesional untuk menulis atau mengembangkan skenario, silakan langsung hubungi Warung Fiksi ya, Sob!

Iklan

15 thoughts on “Skenario komedi: Ayah dan anaknya yang bandel

  1. Ping-balik: Setangkup Problematika Sastra Anak Indonesia | WARUNG FIKSI

  2. Ping-balik: Jomblo? Lagi cari jodoh? Rutin nge-blog aja, Bray! | Warung Fiksi ®

  3. Ping-balik: Mengubah diri lebih mudah dari mengubah dunia | Warung Fiksi ®

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s