5 Langkah Memperbaiki Kualitas Artikel Blog

Blogging adalah seni merangkai dan mendesain kata

Blogging adalah seni merangkai dan mendesain kata

Kita tahu, artikel merupakan daya tarik utama seseorang mengunjungi blog kita. Makin banyak dan bagus artikel yang kita tampilkan, makin banyak pula pengunjung blog kita. Setuju dong. Dan kamu pasti juga setuju kalau aku bilang menulis artikel blog (blog post) itu mudah. Tinggal ketik apapun yang terlintas di benak, lalu klik tombol “publish”, beres. Gampang banget! Yang susah itu kan menulis artikel blog yang menarik.

Nah, gimana tuh caranya?

Kunci utamanya, Sob, temukan dulu tema artikel yang unik, informatif, dan baru. Misalnya nih, transkrip hasil sadapan penting intelijen Australia terhadap orang-orang dekat Presiden SBY. Kalau kamu punya tema-tema semacam itu, wuaah, niscaya berlaku hukum “ada gula ada semut”. Tanpa dipromosikan pun ratusan bahkan ribuan pembaca akan berdatangan dan silih berganti membacanya.

Tapi eh tapi, kan nggak semua blogger punya tema seperti ini di kepalanya. Bahkan penulis profesional sekalipun.

Nah, gimana kalau tema unik-informatif-baru itu sulit kamu peroleh atau kuasai? Jangan buru-buru putus asa, Mas Bro, Mbak Sist. Ada trik-trik khusus untuk membuat artikel blogmu lebih menarik, meski sebetulnya temanya biasa-biasa aja.

Begini…

1. Pastikan artikelmu nyaman di mata pembaca

Atur paragrafnya nggak lebih dari enam baris. Paragraf gendut, apalagi dengan font kecil, bikin mata capek dan pikiran sumpek.

Bila perlu, mainkan kombinasi format bold (untuk menekankan kalimat yang penting dalam artikel), italic (untuk istilah-istilah asing) dan underline. Tapi jangan kebanyakan ya, karena bisa-bisa bikin artikel malah kelihatan amburadul.

Oh ya, hindari bahasa al4y! Kamu nggak bakal jadi penulis bagus lho kalau masih suka nulis alay.

2. Sampaikan dengan cerita

Di dunia jurnalistik, cerita (feature) terbukti lebih menarik dari berita kering (hard news). Perhatikan berita ini: “Dini hari tadi (22/11), si jago merah melahap tiga rumah di Kota Bebek. Dua orang tewas, tiga lainnya luka bakar, termasuk Kwik, 14 tahun. Kebakaran ini bermula dari petasan yang disulut di dalam rumah oleh Kwik dan kedua saudaranya.”

Lalu perhatikan cerita ini: “Tanyakan apa asyiknya bermain petasan kepada Kwik yang sedang tergolek penuh luka bakar di rumah sakit. Alih-alih menjawab, remaja 14 tahun itu hanya akan menangis dan minta dipanggilkan kedua orangtuanya. Sampai detik ini, Kwik memang belum tahu bahwa rumahnya sudah ludes terbakar dan ayah-ibunya telah tewas di dalamnya.”

Tuh, tulisan yang kedua lebih menarik buat dibaca, bukan? Apalagi kalau penayangannya di blog. Kenapa? Karena tulisan itu nggak sekadar menyampaikan rentetan data dan fakta, melainkan juga sebuah cerita.

3. Gunakan bahasa yang gampang dicerna

Jangan pamer kemampuan berbahasa. Justru menulislah sesederhana mungkin, dengan kata-kata yang seumum mungkin. Pakailah kalimat-kalimat pendek yang langsung ke inti permasalahan. Artikel yang berbelit-belit itu membosankan. Artikel yang penuh “bunga-bunga” itu melelahkan dibaca (nulisnya juga capek kan).

Di internet, orang biasa baca lompat-lompat lho, bukan runut dari awal sampai akhir (kecuali kalau dia emang ngefans kamu). Jadi, kalau tulisanmu panjang/mbulet/susah dipahami, kemungkinannya dua: pembaca itu langsung scanning poin-poin yang dicarinya, atau hengkang gitu aja. Sebaliknya, kalau dia bisa cepat nemu poin yang dicari, dia akan rela membaca keseluruhan artikel.

4. Jangan copy-paste

Nggak ada yang suka copy-paste, baik manusia maupun search engines. Artikel yang total atau separuhnya hasil copas, meskipun disebutkan sumbernya, akan menurunkan kredibilitas kepenulisanmu. Search engines pun males menampilkan artikel tersebut di halaman hasil pencariannya. Mereka lebih suka menampilkan artikel dari sumber aslinya.

Makanya, selalu usahakan tulisanmu original. Kalaupun kamu mau mengutip sana-sini (dalam kasus informasi itu penting atau asyik kalau dikutip dalam bentuk aslinya), lakukan saja. Tapi jangan sering-sering. Jangan banyak-banyak.

5. Buat judul dan lead yang menarik

Ini yang terakhir dan penting banget. Headline (judul) dan lead (paragraf awal) yang menarik akan membuat pembaca penasaran dengan isi artikel. Ujung-ujungnya, dia mengklik dan membaca artikelnya.

Buatlah judul dan lead yang mengandung keywords (beberapa kata kunci dari artikel tersebut), secara bernas, dan menarik. Boleh kontroversial, provokatif, mengandung rahasia, lucu, dll. Asalkan betul-betul menggambarkan isi artikelmu, nggak pa-pa.

Misi tunggal si headline dan si lead adalah untuk menarik orang supaya mau membaca si isi. Sebagaimana aku berhasil membuatmu mengklik dan membaca artikel ini 😛

Gitu dulu dari aku. Semoga bermanfaat.

Iklan

2 thoughts on “5 Langkah Memperbaiki Kualitas Artikel Blog

  1. Ping-balik: SEO Copywriting Tips | WARUNG FIKSI

  2. Ping-balik: Jomblo? Lagi cari jodoh? Rutin nge-blog aja, Bray! | Warung Fiksi ®

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s