Bagaimana Menulis untuk Radio/Podcast

Hari gini, masihkah ada yang mendengarkan radio? Ah, jangan salah, Bro. Sudah lama radio diramalkan mati, terutama setelah TV muncul. Tapi toh ternyata radio nggak mati-mati. Sekarang radio malah punya anak baru: podcast! Belum lagi sekarang era smart phone. Orang biasa menyetel radio FM atau podcast di jalan atau sambil nungguin pacarnya meni-pedi 😀

Nah, dengan tidak mati-matinya media berbasis audiotori ini sebenarnya peluang bagi kita. Orang selalu butuh penulis radio, biasanya untuk iklan atau company profile (produk yang sifatnya dipersiapkan dan diatur, bukan mengandalkan spontanitas para pelakunya).

Tertarik? Kalau kamu mau menekuni dua menulis untuk telinga ini, pertama kamu harus tahu dasar-dasar menulis skenario. Setelah itu, pastikan kamu…

Menulis untuk didengar, bukan untuk dibaca atau ditatap
Misalnya, pakailah kalimat, “Saya pemilik tour & travel ini.” Bukannya, “Saya adalah pemilik tour & travel ini.” Kata ‘adalah’ itu umumnya buat media cetak. Terkesan kaku kalau dimasukkan ke dunia wicara.

Menulis singkat-padat-jelas
Bahasamu harus to the point. Bahkan lebih ringkas, padat dan jelas dibandingkan dengan penulisan untuk media cetak/internet. Di samping itu harus sederhana alias mudah dipahami. Jangan sok menggunakan bahasa kelas atas. Orang harus sekali dengar langsung paham lho. Kenapa? Karena selain dibatasi durasi, radio juga nggak bisa diulang. Pembaca koran masih bisa mengulangi bacaannya kalau dia nggak paham. Lha pendengar radio?

Menulis dialog/monolog yang membangun suasana
Radio nggak punya detail seperti media cetak, dan nggak punya visualisasi seperti TV. Jadi, pikirkan apakah pendengar tahu bila kamu menulis skrip, “Sheila: (berpikir keras).” Cobalah gali imajinasimu. Kamu misalnya, bisa tambahkan, “Sheila: (berpikir keras) Ng… apa yaaaa, apa yaaa? Hm, enaknya…” Jadi, kita buat Sheila mengomel sendiri, supaya pendengar tahu dia sedang bingung dan berpikir keras.

Amati dan pelajari
Terakhir, rajin-rajinlah mendengarkan radio dan membaca skrip-skrip yang dibuat orang radio. Kalau bisa diimbagi dengan merealisasikan sendiri karya-karya yang kamu tulis. Setelah kamu tulis naskahnya, coba deh, kamu bacakan sendiri dan direkam terus diedit. Nanti kan bisa kamu bandingkan dengan acara-acara/iklan-iklan di radio. Sehingga kamu bisa mengerti kurangnya dimana, dan bisa memperbaiki di naskah-naskahmu yang berikutnya.

Oke, Bro? Sist? Rasanya, empat itu aja dasarnya. Berikutnya, perbanyak jam terbang. Semoga sukses!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s