Nulis Skenario Animasi Yuk!

Apa kabar film animasi Indonesia? Baik! Kabarnya baik. Meski kondisi pasarnya belum juga membaik, tapi menurutku pribadi, skill para animator kita semakin ciamik aja. Coba tonton trailer film Battle of Surabaya ini.

Untuk ukuran Indonesia, keren banget kan?

Nah, kalau skill animator yang udah top ini (beberapa animator kita malah udah garap film-film animasi Hollywood lho) nggak diimbangi dengan kemajuan penulis-penulis skenarionya, apa kata dunia?

Sekadar catatan, penulisan skenario dan film biasa sedikit beda, meski struktur pelakunya kurang-lebih sama. Ini berhubungan sama pendanaan sih. Apa yang murah di film biasa belum tentu murah di film animasi, apa yang mudah dilakukan di film biasa belum tentu mudah di film animasi, dst.

Misalnya nih, penulis skenario film animasi tuh selalu dituntut untuk menulis secara lebih visual. Bahkan berpikir layaknya seorang storyboard artist yang membuat gambar shot per shot. Eh, kalau nggak ngerti dengan istilah-istilah di sini, sila cari tahu di kamusnya ya.

Terus, lantaran kerumitan penggarapannya, film animasi menuntut alur yang padat dan cepat. Makanya scene dan dialog dalam skenario film animasi dituntut pendek-pendek aja. Kenapa? Pertama, segmen film animasi biasanya anak dan remaja (yang lebih gampang merasa bosan). Terlalu banyak dialog bisa bikin film animasi jadi boring, sebab daya tarik animasi tuh dari aksi para tokohnya. Kedua, alasan teknis: scene yang panjang melelahkan untuk dikerjakan.

Penulis skenario film animasi juga dituntut untuk dapat menghadirkan kejenakaan dalam ceritanya, apapun genrenya. Naskah yang kutulis dulu pernah dianggap kaku oleh produser gara-gara, “Kurang banyak memasukkan adegan slapstik.” Selain itu, “Ada beberapa kata-kata ‘sastra’ yang kurang dinamis dan modern bila ditaruh di film animasi.”

Well, seenggaknya itu masukan yang berharga. Terus terang, di bidang penulisan skenario animasi, aku learning by doing. Bahkan mungkin aja kamu ternyata lebih jago dari aku, who knows 🙂

Sebagai penutup artikel ini dan penyemangat, coba tonton deh animasi Pada Suatu Ketika.

Buat aku, animasi karya Lakon Animasi ini tergolong epik. Tapi, percaya atau nggak, begitu kekaguman ini kusampaikan ke seorang animator lain, tanggapannya, “Yang kayak gitu mah biasa, Brahm! Belum terlalu wah. Timku bisa, yakin deh! Tinggal, ada nggak yang mau biayain?”

Rasanya dia bukan main-main. Industri animasi Indonesia emang udah siap, kawan. Tinggal, adakah di antara kalian yang mau menjadi spesialis penulis skenario animasi?

Iklan

3 thoughts on “Nulis Skenario Animasi Yuk!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s