Apa Yang Dimaksud Penulis dalam Profesi Penulis?

Waktu seseorang bilang kalau dia penulis, sebenarnya kamu sadar nggak sih apa maknanya? Apa aja yang dilakukannya? Tentu, menulis kan? Hahaha, betul. Tapi, ingat, penulis itu bukannya orang yang tugasnya nuliiiiiis terus. Ketika seseorang mengaku “penulis”, maka sebenarnya dia nggak cuma bisa dan mengerti bagaimana menulis. Dia sedang menyembunyikan tujuh profesi lainnya.

  1. Konseptor & Bagian Kreatif. Penulis harus bisa merangkap sebagai perencana yang baik bagi calon tulisannya. Otaknya selalu penuh dengan ide-ide, dan dia mampu menyusunnya dengan runut untuk memudahkan eksekusinya.
  2. Kolaborator. Bilamana perlu, penulis juga berhubungan dengan kreator lain. Mungkin saja dengan penulis lain, desainer, programer, Tim Kreatif, sutradara, penerbit, marketing, atau lainnya. Diperlukan kemampuan team work untuk menjadi penulis, ini sudah menjadi rahasia umum.
  3. Periset. Jangankan yang nonfiksi, tulisan-tulisan fiksi aja butuh riset kok, supaya dunia rekaan di situ tampil meyakinkan. Iya apa iya?
  4. Penulis. Ya iyalah, siapa juga yang nggak tahu, penulis ya harus menguasai teknik menulis. Selain itu, harus disiplin. Kalau deadline-nya hari ini, seorang penulis profesional akan menyelesaikannya hari ini juga, bahkan sebelum itu. Catet ya….
  5. Korektor & Editor. Setelah naskahnya selesai, seorang penulis yang keren bukannya petentang-petenteng atau konvoi kayak anak alay yang baru dinyatakan lulus sekolah. Penulis yang baik akan mengendapkan naskahnya kemudian membacanya ulang dan membenahinya. Itung-itung sekalian belajar jadi editor dan proofreader.
  6. Agen First Reader. Penulis juga harus bisa mencari pembaca pertama bagi naskahnya. Kemampuan komunikasi diperlukan di sini, karena nggak gampang lho cari orang yang mau baca naskah awal kita (yang biasanya masih acak adul itu) dan memberikan kritikan-masukan berharga.
  7. Agen Naskah. Koreksi aku kalau salah, tapi di Indonesia rasanya belum ada agensi naskah yang bereputasi dan tepercaya. Maka, penulis harus pandai-pandai menjual naskahnya sendiri ke penerbit, PH atau media.
  8. Bagian Promosi. Setelah karya itu terbit atau akan tayang, penulis harus mau ikutan berpromosi untuk memperbayak audiensnya. Beberapa ide promosi bisa kamu baca di sini.

Pertanyaannya, apakah di kedelapan “profesi” ini nilai kita harus bagus-bagus semua? Kalau bisa sih. Tapi kalau nggak bisa ya wajarlah. Kita kan bukan Man of Steel alias Superman. Menurutku, setidaknya kita bagus di lima poin aja, itu udah cukup kok. Tapi bukan berarti tiga poin lainnya nggak kita jalankan lho. Penulis tetap harus menjalani kedelapan “profesi” itu semuanya, karena itu sudah termasuk job desc-nya, kawan. Itulah yang dimaksud “penulis” (seutuhnya) dalam profesi penulis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s