Ghostwriter alias Penulis Bayangan

Udah nonton film Ghostwriter yang dibintangi Ewan McGregor dan Pierce Brosnan? Agak berat sih filmnya. Aku yakin kamu lebih menikmati film Iron Man 3, hehehe. Btw, ghostwriter adalah penulis bayangan yang menuliskan karya buat orang lain, tapi dengan nama orang yang membayarnya. Nama seorang ghostwriter normalnya nggak pernah tercantum dalam karya-karya yang sebenarnya ditulisnya itu. Makanya dia disebut ghost alias hantu.

Adakah profesi seperti ini di Indonesia? Adakah ghostwriter Indonesia itu? Ya ada juga dong! Kamu pun bisa jadi salah satunya, kalau mau. Di negara-negara maju, profesi ghostwriter sudah jamak lho. Anehnya, di Indonesia masih aja ada perdebatan etis-tidaknya profesi ghostwriter. Payah! Orang-orang kuno seperti itu biasanya nuduh gini:

Ghostwriter hanya bikin orang malas menulis, membuat iklim penulisan nggak kondusif
Emang nggak semua orang punya passion menulis, Om. Jangan dipaksa! Yang dokter biarlah jadi dokter, kenapa harus repot-repot menghadiri workshop-workshop penulisan bagi pemula? Emang kalau dokter yang nggak bisa nulis harus belajar nulis, kita penulis mau nggak dipaksa sekolah kedokteran dari semester 1? Maksa deh.

Ghostwriter adalah suatu bentuk pelacuran intelektual
Kalau yang dimaksud “pelacuran” adalah menuntut uang atas kegiatan ini, wajar dong, hari gini siapa yang mau kerja tanpa menerima uang? Lagian, ghostwriter cuma bantu menulis, bukan yang punya ide atau subyek penulisan! Tolong bedakan ghostwriter dengan layanan yang menerima penggarapan skripsi/thesis “terima beres”. Yang kayak gitu jelas bukan ghostwriter! Klien ghostwriting-ku selalu kuajak berpikir dan berpendapat, karena ini kan bukunya, bukan bukuku. Aku hanya bisa menuliskan semuanya, setelah ide dan konsep udah fix.

Ghostwriter menipu pembaca, seolah si A pandai menulis buku, padahal dia hanya modal duit
Lho, yang ada di buku atau film itu memang ide si A, bukan ide ghostwriter. Selain berpikir konsep, klien juga masih perlu menyiapkan setumpuk materi sebagai bahan penulisan sang ghostwriter. Ini memang karya si A! Kalau masih bingung dengan sistem ini, anggap saja ghostwriter itu Tim Kreatif. Jangan pikir dalam acara Kick Andy, Andy F. Noya sendiri yang kerja menyusun alur dan menyiapkan anekdot-anekdot cerdas. Jangan kira drama keren seperti Heroes itu garapan Tim Kring seorang, sebagaimana yang tertera tunggal di layar credit. Mereka punya Tim Kreatif, brosis. Mereka punya ghostwriter di bawah arahannya. Tim Kreatif itu seringnya tidak dicantumkan dalam end-credit. Dan itu bukan penipuan!

Jangan lagi memandang miring profesi ghostwriter. Mereka justru berjasa buat tokoh masyarakat, anggota dewan, motivator, trainer, ustadz, internet marketer, purnawirawan TNI atau Polri, artis, dosen, dan orang-orang yang berniat menulis tapi merasa kesulitan. Entah itu kesulitan mencari waktu maupun kesulitan secara teknis. Yah, mereka harus fokus pada bidangnya kan? Mereka perlu mendelegasikan tugas penulisan pada penulis-penulis yang kompeten.

Tidak hanya buku, ghostwriter juga membantu klien menulis e-book, proposal, teks pidato, blog posts, reality show TV, bahkan terkadang slide presentasi. Selamat datang di era industri dimana kebutuhan manusia semakin bervariasi 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s