Kamu Penulis Industrialis atau Idealis?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mungkin perlu kita bahas dulu ciri-ciri kedua tipe penulis ini. Begini. Seorang penulis idealis biasanya menulis tanpa memperhatikan kebutuhan pasar.

Seperti seniman murni, mereka nggak mudah menerima masukan dari pihak lain. Uang bukanlah tujuan utama bagi mereka. Nggak laku nggak masalah! Produktivitasnya pun menyesuaikan mood. Kalau mood bagus, karya berlimpah. Kalau mood jelek, aduh, jangan diharapkan deh! Bagaimanapun, seorang penulis idealis selalu menganggap kualitas lebih penting dari kuantitas.

Lalu, bagaimana ciri-ciri penulis industrialis? Terbuka terhadap intervensi pihak lain. Selalu memantau pasar sedang menyukai apa, karena duit (dari hasil royalti atau honor) adalah tujuan utama mereka. Penulis industrialis lebih mementingkan kuantitas dari pada kualitas (dalam arti tetap ada standar minimal kualitas karya). Mereka siap melayani permintaan penerbit, media atau PH, bahkan sampai tidak tidur beberapa hari. Sekali lagi, demi rupiah. Industri Kreatif memang menghargai mahal penulis-penulis yang kerjanya cepat dan ponselnya siaga 24 jam sehari.

Dua tipe penulis di atas memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Tinggal kamu sreg-nya dimana.

Jangan takut untuk menjadi penulis idealis, karena sikap idealis itulah yang membuat kita menulis dengan hati. Tapi ingatlah, dunia industri nggak peduli dengan idealismemu. Industri menuntut kita on time, sesuai tren, dan menghasilkan untung sebesar-besarnya, meski kadang logika cerita harus dikorbankan.

Saran terbaikku, berkompromilah terhadap diri sendiri dan industri. Jangan protes kalau PH minta skenario FTV berdurasi 90 menit rampung besok sore. Jangan marah kalau novel ditunda penerbitannya karena belum masuk trennya. Jangan putus asa kalau media mau kita menulis tentang seseorang yang sebenarnya tak begitu kita kenal atau suka. Jangan kecewa kalau karyamu belum berhasil memikat pasar.

Keep cool saja, dan terus asah kemampuan menulismu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s