Nulis Apa Ya? Nih, Aku Kasih Ide

Cukup sering kita menanyakan pertanyaan-pertanyaan klise seperti, “Enaknya nulis apa ya?” Benar-benar blank! Jangankan alurnya, temanya aja nggak tahu. Wah, parah, men! Kalau itu menimpamu, kosongkan saja sekalian pikiranmu. Balik ke titik nol. Balik ke pikiran lugu seorang anak kecil. Lalu ketahuilah, ide tema menulis itu bisa datang dari:

  1. Hal pertama yang terlintas di benak. Sebab menurut Malcolm Gladwell dalam Teori Blink-nya, hal yang pertama terlintas itu adalah akumulasi pengalaman dan wawasanmu sejauh ini. Jadi ketika kamu ditanya lagi bayangin apa dan kamu menjawab cepat “Pulau Seribu”, otakmu tiba-tiba berpikir ke sana (blink! Just like that), maka bisa jadi hasrat terdalammu selama ini adalah Pulau Seribu. Konsekwensinya, saat kamu diberi kesempatan menulis tentang Pulau Seribu, niscaya kamu menulis seperti orang kelaparan yang disuguhi seporsi nasi uduk lezat.
  2. Kegelisahan. Sekadar contoh, novel Rahasia Sunyi dan Pemuja Oksigen adalah novel yang berawal dari kegelisahanku. Kegelisahan yang seperti apa? Males jelasin ah, bikin gelisah aja 🙂
  3. Berita. Men, kita hidup di era informasi. Nggak mungkinlah sehari saja kamu bisa lolos dari terpaan berita, entah itu dari koran, majalah, televisi, radio, portal berita, Twitter, atau lainnya. Itu semua, mau nggak mau, adalah sumber inspirasi yang menunggu kamu comot. Cepat atau lambat, pasti ada berita yang begitu menarik buatmu. Langkah berikutnya, kembangkan berita itu menjadi cerita yang kamu banget. Bisa kan?
  4. Angan-angan. Contohnya, dari dulu kamu pengin naik balon udara keliling dunia. Wah, kalau angan-anganmu itu ditulis dalam cerita petualangan, pasti keren tuh!
  5. Mimpi. Maksud mimpi di sini bukan lagi angan-angan atau cita-cita lho. Melainkan mimpi dalam arti sebenarnya, alias bunga tidur. Misalnya, semalam kamu mimpi tersesat di desa yang semua warganya memuja bulan. Nggak pakai lama, langsung tulis! Oke tuh dijadiin novel!
  6. Hobi. Apa hobimu? Main gobak sodor. Kenapa nggak bikin cerita sekelompok anak yang jago main gobak sodor, ikut lomba internasional, lalu bertemu kelompok yang merupakan musuh bebuyutan dulu di kampung? Kebayang kan serunya?

Masih banyak lagi sumber-sumber calon ceritamu. Dan itu masih dari dirimu sendiri lho. Belum kalau kamu mencuri dengar cerita teman, saudara, atau orang yang nggak kamu kenal di warung. Bakal lebih banyak lagi variasi idemu! Sudahlah, ide itu bisa dari mana saja kok. Yang perlu kamu lakukan, mulai membuat kerangka dan menulis. Tentu saja sambil berkomitmen untuk menyelesaikan cerita utuhnya.

Iklan

3 thoughts on “Nulis Apa Ya? Nih, Aku Kasih Ide

  1. bener banget tuh… kayaknya dari pengalaman pribadi, ya?
    kalo gue, nulis waktu ada hal yang bikin gue mau muntahin unek unek tapi gatau kesiapa, jadinya nulis aja, ngalir gitu.
    jadi lega sih,
    tapi kadang ya suka mikir dua kali mau di post apa nggak wkwk soalnya kayaknya sih isinya itu itu aja -.- (ow ow statis)
    kadang maunya cari inspirasi baru
    mentokk apalagi bagian pemilihan kata.
    yang seharusnya dipelajari disekolah pas bahasa indonesia tuh diksi tuh. penting banget buat menjelaskan unek unek kedalam bahasa tulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s