Penulis Nggak Seharusnya Hanya Berkutat di Novel atau Skenario

Jujur sajalah, pekerjaan penulis memang bukan melulu membuat karya-karya fiksi kok. Nggak cuma buku, nggak cuma film. Di zaman industri ini, kita juga menulis teks-teks untuk mendukung marketing, penjualan atau promosi. Bisa dengan tulisan yang menjual secara langsung (hard sell writing), bisa juga menulis untuk tujuan komersial tapi tidak bersifat langsung (soft sell writing). Contohnya ya seperti menulis blog atau update fanpage.

Seolah-olah menulis status Facebook atau nge-tweet itu remeh. Tapi sulit juga lho. Dan sangat penting!

Coba aku tanya, kenapa brand-brand besar banyak yang punya blog dan social media? Kenapa mereka nggak mengurus penjualan atau iklan saja? Kenapa mereka nggak fokus ke pendapatan saja? Malah membuang-buang duit untuk maintenance social media dan blog?

Jawabnya sederhana, bro, sist. Karena mereka butuh mengedukasi target pasar sambil membentuk komunitas, yang fanatik pada produk mereka. Nah, mengedukasi target pasar dan membentuk komunitas ini kalau dilakukan dengan hard selling semisal, “Kemarin pas Jakarta banjir motormu mogok ya? Makanya pakai Honda dong!” wah, pasti story-nya susah diterima. Fan atau pengunjung blog bisa-bisa jaga jarak. Ini seperti ketika kamu lagi ngobrol asyik dengan seseorang di bandara, dan ujung-ujungnya dia nawarin MLM. Busyet! Kamu langsung melipir menjauh kan?

Itulah, ada sebagian kondisi dimana hard selling justru berbahaya untuk dilakukan. Makanya kita menggunakan pendekatan soft selling, yang meski nggak langsung mendongkrak penjualan, tapi hasil jangka panjangnya lebih permanen dan membuat konsumen pelan-pelan jatuh cinta pada produk kita.

Maka merupakan tugas kita, para penulis, untuk memoles edukasi dan pesan-pesan komersial itu menjadi informasi menarik yang nggak berkesan jualan. Begitulah seharusnya konten blog, status Facebook atau Twitter.

Bagaimanapun, tidak semua penulis bersedia menggarap bidang penulisan ini. Tapi kalau kamu mau terjun ke dunia copywriting (atau ada beberapa istilah lainnya), dijamin kamu nggak akan mati gaya dari zaman ke zaman. Karena semua perusahaan selalu (dan akan selalu) mencari penulis komersial seperti ini. Mari kita memperkaya diri dengan ketrampilan menulis fiksi sekaligus nonfiksi. Menurutku, dua-duanya berguna, dua-duanya menarik!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s