Yuk, Ramai-ramai Jadi Penulis Skenario Muda

Penulis skenarioPerhatikan film, sinetron, FTV atau acara humor di televisi. Mungkin terlintas di benakmu, kenapa sih penulisnya itu-itu saja? Kamu pun panas. Sementara di sini ratusan penulis muda tidak diberi kesempatan tampil, eh, di sana penulis itu-itu saja yang juga menelurkan film yang begitu-begitu saja dibiarkan berkali-kali nongol. Konyol banget kan?

Hahaha, tahan dulu emosinya….

Tahukah kamu, PH (Production House) pun mengeluhkan hal yang sama. Masalah klise di sana adalah kekurangan naskah dan penulis skenario. Memang, setiap hari, naskah skenario yang masuk ke PH banyak sekali, sampai berkardus-kardus. Itu naskah kiriman dari penulis di seluruh tanah air! Tapi, banyak pula yang kualitasnya tidak memenuhi syarat. PH-PH itu pun punya sedikit pilihan. Dan yang skenarionya memenuhi syarat, apa boleh buat, ya mereka yang itu-itu saja.

Kenapa sih PH itu tidak aktif mencari penulis? Atau sekalian mengadakan pelatihan penulisan skenario seperti yang mereka butuhkan? Ho ho ho, tidak semudah itu, Mas, Mbak. Regenerasi penulis bukan tanggung jawab PH lho. Jika mereka menjawab “kami tidak ada waktu untuk itu” ada benarnya juga tuh. Masing-masing pihak kan punya fokusnya sendiri-sendiri.

Maka seharusnya kita, para penulis sendiri, yang berinisiatif menyesuaikan diri dan berusaha tampil ke permukaan. Bagaimana kalau tidak punya pengalaman? Ah, bukan alasan juga! Menjadi penulis skenario yang mumpuni itu mudah kok:

  1. Kamu harus jadi penggila film dulu.
  2. Koleksilah film-film dari genre yang paling ingin kamu tulis. Perhatikan bagaimana alur dan tokoh-tokoh di sana dibangun.
  3. Tulislah! Selesai menonton, cobalah tulis skenario dari adegan-adegan favoritmu di film itu. Banyak-banyaklah berlatih dengan mencontoh karya orang lain.
  4. Bosan mencontoh? Mulai ciptakan adegan-adegan sendiri. Tulislah skenario dari ide original. Pertama, mungkin film berdurasi lima menit. Praktikkan/bayangkan dialog dan adegannya. Apakah jatuhnya betul-betul lima menit? Dalam dunia industri, akurasi itu penting lho. Kalau produser bilang filmu running 24 menit, ya harus 24 menit! Plus-minus satu menit boleh lah. Tapi jangan melantur jauh dari itu. Karena di televisi, beda 30 detik saja sudah beda biaya puluhan juta. Jadi, akuratlah dalam urusan durasi. Banyak-banyaklah berlatih. Setelah lumayan piawai, buatlah skenario film dengan durasi yang lebih lama.
  5. Sudah percaya diri? Mulailah tawarkan skenario Anda ke PH atau produser.

Gampang kan? Jadi, bila kamu tidak ingin melihat penulis yang itu-itu saja yang nampang di layar perak atau layar kaca, mulailah menulis skenario sendiri. Ciptakan sesuatu yang segar, kreatif, tapi juga mudah diterima calon penontonmu. Pada akhirnya, jam terbang, konsistensi latihan dan mental (berprasangka positif pada kritik) adalah pembeda antara penulis skenario amatir dan profesional.

Iklan

15 thoughts on “Yuk, Ramai-ramai Jadi Penulis Skenario Muda

  1. Ketika akan menuliskan ide yang muncul di benak, kita harus menulis sesuai apa yang terbersit di pikiran. Karena tak jarang, seorang penulis jadi stagnan ketika tidak tahu lagi apa yang hendak ditulis, atau dari mana lagi dia akan memulai. Dan, ini aku praktekkan ketika pertama membuat keputusan akan memilih profesi sebagai penulis, atau juga jurnalis. Hasilnya, dalam menulis 10 menit tanpa berhenti itu, banyak ide-ide baru yang muncul, yang akhirnya bisa aku bilah-bilah menjadi satu keutuhan cerita baru.

    • Boleh aja, kenapa nggak? Kalau kamu sejak SMA udah belajar nulis skenario dengan serius, aku yakin pas mahasiswa kamu udah jadi penulis skenario profesional.

  2. Aku nulis novel dan cerpen udah sejak kelas 1 SMP, 8 tahun aku menulis tapi tidak pernah menghasilkan sesuatu. Sampai kini aku punya skenario sinetron yg pengen banget bisa disinetronin tapi g tau gimana caranya. Karna aku hanya bisa nulis karya ku dalam buku dan menggunakan bolpoin. Aku g punya laptop atau komputer untuk menulis. Aku harus bagaimna?

    • Well, kamu tetep harus ngetik. Saat ini hampir nggak ada penerbit atau PH yang mau menerima naskah dalam tulisan tangan. Nggak punya laptop/komputer? Kan masih ada rental. Kan mash ada warnet. Kan masih ada teman untuk dipinjam, hehehe.

  3. Mas, kira-kira punya referensi gak untuk kirim naskah skenario film itu kemana (nama PH atau kontaknya)? Soalnya saya bener-bener belum punya channel.. Haha makasih 😉

  4. aku kan masih kelas 1 smp, apakah itu boleh? soalnya aku tuh hobi banget bikin cerita, apalagi soal acting, kepengen banget bisa syuting dan membahagiakan orang tua karna kan dengan itu kita bisa menghasilkan uang 🙂 tolong bantu saya donk, sya sudah punya tiga cerita yang jenis ceritanya: kisah cinta ( love story ), horor dan romantic. eh tapi kisah cinta sama romantic sama ajakan?

  5. SALAM kenal saya rindu menfilmkan kisah nyata love story yang saya alamin , saya rindu membuat naskah fim ini yang berjudul BLACK LOVE , sebuah drama percintaan dan sisi gelap pasangan kita yang punya ilmu turun menurun, tolong bantu kasih ide untuk masuk atau saya kasih kemana alamat yang pas .NI ALAMAT EMAIL SAYA ZORRONAEL@GMAIL.COM terima kasih

  6. kalau alamat kantor dan alamat email email sinemart apa dan dimana ya? saya mau kirim sinopsis ftv…terimakasih atas balasannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s