Breaking News: Daftar Penerbit Novel-Kumcer, Siapa Mau?

Hindari salah kirim naskah! Kadang naskah ditolak penerbit bukan karena jelek, tapi hanya lantaran kita salah mengartikan apa yang mereka mau. Tinta, kertas atau bensin pun melayang sia-sia. Tak ada yang menginginkan ini terjadi, termasuk pihak penerbit. Mereka seolah berteriak melas, “Kenali aku dulu dong sebelum meminangku!” Nah, sebagai modal mengenali itu, Wufi merilis data delapan penerbit novel dan kumcer yang siap “dipinang”, hasil dari perburuan langsung kami kepada mereka di akhir tahun kemarin. Kami lalu merangkumnya dalam tabel supersederhana yang informatif. Seperti biasa, jika Anda tertarik, langsung saja unduh di sini.

Iklan

48 thoughts on “Breaking News: Daftar Penerbit Novel-Kumcer, Siapa Mau?

  1. aduh, bikinin yang bisa diprint napa? soft copy kayak gini mah nggak bisa ditempel di storyboard-ku. apa akunya yang nggak tahu cara ngeprintnya, yah? ya ampyun….

  2. Wah, sori, Skylashtar. Formatnya emang sengaja kami buat supaya nggak bisa di-print. Tp informasinya kan sebenarnya mudah diingat (dan dicatat). Sekali lg sori 😦

  3. aku punya sebuah novelyang ku karang sendiri sekitar setengah tahun yang lalu. tapi aku enggak tahu harus kirim kmana?. mau kirim ke penerbit besar malu, takut dibilang jelek. lagian aku masih belum yakin banget dengan karyaku.. aku harus kirim kemana ya biar enggak malu dan malu-maluin

  4. Trims, Wawan. Wah, ngapain malu? Kalau blm PD biasanya orang baca-perbaiki terus, sampai merasa puas dan yakin dg karyanya. Di samping itu, sebaiknya jg baca2 beberapa karya novel dari penerbit yg kamu incar dulu. Ngapain malu? Kalaupun ditolak, nantinya kan penerbitnya bakal kasih saran2 (yg nggak mungkin sekedar olok2). Oke, semoga sukses ya ….

  5. ku baca komentarnya wawan tgl 9 maret 08. kamu sama juga dengan aku. aku udah nulis tiga buah novel (yg ketiga sedang kau tulis). Kamu takut dibilang jelek sama penerbit? kamu nggak akan pernah tau gimana sampai kamu mencoba.
    Aku juga pernah kirim ke suatu penerbit dan memang benar, tulisanku dibilang jelek. hehehehehe…. sampai sekarang aku belum kirim lagi naskah2ku itu. kadang aku jadi sebel sama para penerbit. tapi nggak boleh gitu. itu baru permulaan.
    seandainya ku punya duit banyak, udah kuterbitkan sendiri tu novel2ku.

  6. Aku punya beberapa naskah novel, cuma sudah beberapa kali di tolah penerbit. Aku sih gak tahu salah di mana? Kira-kira penerbit apa lagi yah yang mau nerima naskah novel?

  7. Aku sekarang lagi bingung nih….
    Aku lagi nulis novel, and udah mo siap.
    Tapi, aku bingung mau kirim kemana.
    Bantuin aku donk…

  8. Hai,

    Aku sedang nyoba nulis novel nih, biasanya sih nulis cerpen2 n skenario. Kira2 ada yang tahu penerbit2 yang nerima novel gak? Aku juga pengen nerbitin kumpulan cerpen nih.
    Tolong minta infonya ya, makasih banyak.

  9. Hai, Embar, Yelna, Milla. Trims udah mampir. Download aja info2 penerbit di Unduh Gratis. Kalau masih kurang, datangi aja toko buku terdekat dan lihat novel2 yg paling mirip (genre-nya) dg novelmu. Catet alamat/nomor telepon penerbit di situ. Terus hubungi mereka ttg gimana cara mengirimkan naskah ke sana.

  10. Terima kasih atas semua informasi berharga yang diberikan. Tetapi kami memiliki sebuah naskah novel fantasi tentang dunia baru yang terbebas dari kemiskinan, kejahatan dan ditegakannya keadilan. Kami memohon diberikan alamat email penerbit yang bersedia menerima dan mempelajari naskah tersebut. Terima kasih sebelumnya.

  11. Randu, dg penggambaran yg seumum itu, kupikir hampir sebagian besar penerbit menerima tema itu. Tinggal sesuaikan dg segmen dan target penerbit. Utk informasi itu, download aja daftar penerbitnya di sini dan silakan pilih penerbit yg paling cocok. Semoga sukses ya!

  12. minta dong alamat alamat penerbit yang mau menerbitkan karya karya seperti novel atau cerpen.trus kalo cerpen biasanya berapa halaman folio yah? dan kalau cerber berapa halaman juga? thanks yah….:)

  13. Mas brahm yang baik….

    Saya juga mau sharing info ke temen2 wufi. Saya justru ingin bilang kalo saya bekerja di salah satu percetakan. Bagi teman2 penerbit yang ingin mendapatkan kualitas terbaik dengan harga terjangkau silahkan email ke saya di meutiare@gmail.com. Dan bagi temen2 yang ingin menerbitkan novelnya insyaAllah saya juga bisa bantu asal naskahnya emang oke punya… 😉

  14. hai…Q ilfi.aQ hoby menghayal dan coba2 utk nulis.aQ sbnrnya mau coba krm hasil tulisanQ di penerbit kali aja tulisanQ bisa jd terkenal kya Andrea Hinata ..!he..he..he..!tp yang jd masalah Q tggalx di makassar and aQ tdk tau dimana dan bagaimana carax kirim tulisanQ itu.So…skrg tulisanQ itu hanya menjdi bagian dari tumpukan kertas2yg tdk berguna.Klo ada yg mau bantuin krim aja k emailQ.slm knl jg bwt smua yg baca oK….!!

  15. Wufi yg baek,saya novelis amatir yg baru menghasilkan sebuah naskah teenlit,meski sudah teken kontrak dg penerbit cupid setahun yg lalu,naskah tersebut belum jg diterbitkan.Dengar punya dengar,teenlit sedang lesu di pasaran,apa benar begitu?
    Kalau benar,bisa bantu kasih alamat penerbit yg sdg gencar2x nerbitin teenlit?Atau penerbit yg bersedia menerima naskah dalam bentuk file via-mail?
    Terima kasih banyak.Semoga sukses selalu.
    Salam.

  16. Kalau masalah itu, aku jg mengalaminya, Deva. Padahal novelku bukan teenlit. Jd kupikir, bukan genre teenlitnya yg sedang bermasalah. Penerbit teenlit yg terbesar ya Gramedia. Tp mrk nggak terima naskah lwt email. Yg gencar lainnya Gagas Media (jg nggak terima naskah emailan). Setahuku yg menerima kiriman email: Bentang Pustaka, Escaeva & Serambi. Semua data ada di e-book Para Pencari Fiksi Wufi. Tp konfirmasi dulu ke mereka, apa teenlitmu kira2 cocok bg penerbit2 itu.

    Semoga membantu ya.

  17. Mas brahm,ini deva,makasih banyak atas nasehatnya.Deva tertolong dan ngerasa lega banget^^
    moga mas makin cukces!Amien.
    Ganbatte kudasaine

  18. aku cuja punya naskah novel siap jadi nih…..
    ceritanya beda ama film indonesia kbanyakan…
    ini aga sadis….
    kirim k mna donk……
    aku rezza di bandung tolongin aku……

  19. Kalau yg ditanya penerbit dari Bandung, aku kurang tahu, Rez. Agak sadis gimana? Soalnya sadis kan relatif. Kalau merasa masyarakat masih bisa menoleransinya, ya lempar aja ke penerbit2 langsung (download daftarnya di Wufi). Nanti kan dikomentari editornya. Dari situ kamu pasti tahu apa yg musti dilakukan.

  20. Mas brahm…
    Numpang nanya lagi…
    Enam bulan yg lalu deva kirim dua naskah teenlit via email ke penerbit tristar.Trus beberapa bulan kemudian mereka bilang naskah dv bagus,tapi mereka tidak dapat menerbitkannya karena ada pengurangan dari pihak distributor mereka pada naskah teenlit.
    Lalu pada akhir surat mereka mengatakan:kami merekomendasikan naskah anda yang sangat menarik ini ke penerbit lainnya.
    Menurut mas,itu apa artinya?
    Beberapa bulan yang lalu dv jg sdh mengirim email mengenai hal itu,tapi mereka tidak membalasnya.
    Apakah dv terlalu lugu untuk mengartikan bahasa ‘penolakan’ mereka??
    Mohon bantuannya.
    Tolong beri jawaban dg kata2 yg lugas,mengingat dv ini anak yg lemot,hehe.
    Makasih atas bantuannya,,,

  21. Hi again, Deva. Kalau denger ceritamu, aku juga nggak tahu maksud penerbit itu. Menurutku, kalau kata “merekomendasikan” itu nggak jelas arahnya, anggap aja cuma salah satu bentuk penolakan halus. Tp kalau dia bilang naskahmu bagus, ya kemungkinan besar mereka memang merasa begitu. Hanya mrk merasa nggak sreg di bagian marketing (buktinya mrk seperti enggan memperjuangkan teenlitmu di depan distributornya). Kalau aku jd kamu, langsung kukirim naskah itu ke penerbit lainnya. Toh Tristar sudah secara gamblang bilang tdk dapat menerbitkannya. Mrk jg nggak nanggapi email konfirmasimu kan.

  22. Thanks a lot,mas.Memang jawaban ‘sejelas’ ini yg dv mau.^^
    be te we,baru2 ini dv juga punya pengalaman pahit serupa dengan penerbit ‘baby’,mereka tidak terang2an menolak naskah dv.Mereka mengaku tengah dalam masa editing 2naskah dan mengalami kendala dana.Dv jadi bingung lagi.Apa ini artinya penolakan scr halus again?
    Kalau mereka tidak suka naskah dv,kenapa tidak memberitahu dg gamblang disertai kritikan?
    Dv makin bingung deh,dimana letak ‘kesalahan’ novel dv,huhu,sedih…
    Aniwei,terima kasih atas warung yg mas b3 sajikan.Menunya nikmat dan dv bisa numpang curhat,,
    arigato gozaimasu…
    Dv doakan mas b3 sukses selalu dan bisa eksis dbidang masing2.Dan itu artinya warung ini bisa terus dbuka,bhkan bisa jadi toserba,hihi.
    Salam.

  23. jadi k mna mas kirim nya?
    klo k bandung emang ga mungkin ada juga percetakan baju.whahaha
    kalo jakarta mas punya alamatnya ga?

  24. saya punya 1 buah novel yang 100% asli karangan sendiri….. saya bercita cita novel saya di terbitkan. ya walaupun saya baru anak smp tapi saya pengeeeeeeeeeeeen bgt jadi penulis…..!!!!!!!!!!!! awalnya cuman iseng 2 aja tapi pas temen2 pada baca novel saya, responnya lumayan bagus dan mereka nyaranin supaya novel saya bisa terbit. please tolongin saya ya!!!!!!!!!

  25. Ya langsung aja dikirim, Wida. Tp aku peringatkan, biasanya komentar dari tmn2 emang positif melulu, meskipun mrk merasa negatif. Ini faktor psikologis aja: Nggak ingin menghancurkan perasaan temannya. Nah, nanti di penerbit, komentar2/penolakannya profesional (baca: kejam). Jd siapin mental.

    Aku bukannya ingin menghancurkan mimpimu, Wida. Tp jgn melambung terlalu tinggi dulu. Keep cool aja.

    Mintalah sekali lagi teman2 untuk membaca. Tp kali ini teman yg jujur (dan emang pembaca novel). Suruh mrk mengkritik scr apa adanya. Dan setelah kamu perbaiki di sana-sini, jgn ragu utk mengirimnya. Semoga sukses!

  26. emang seh……. ya tapi klo mereka mengkritik negatif juga bakal aku terima! sudah resiko……… klo mu di kirim itu kemana ya? coz ku g tahu……..
    thank’s ya…… atas saran’x

  27. gampang gak sih sebenernya klo pengen nerbitin novel tuh???aku sebenernya dah nulis2 gtu tapi kegiatan itu dah aku hentikan setelah ku rasa itu adalah hal yang sia2!!!

  28. Kalau menerbitkannya scr indie, gampang realisasinya (yg susah marketingnya). Kalau lwt penerbit, terutama penerbit bagus, gampang marketingnya (yg susah seleksinya).

    Tp nulis itu nggak pernah sia2. Kalau merasa bisa menulis, menulis saja terus. Kalau nggak yakin dg prospeknya, jadikan ini kegiatan sampingan. Pokoknya, jgn berhenti menulis. Krn scr psikologi kegiatan menulis terbukti membuat orang stabil, scr kesehatan otak terbukti mencegah kepikunan. Oke, Felix?

Komentar ditutup.